Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Kabar Gembira, Calon Jemaah Haji asal Purworejo Lebih Dekat dengan Embarkasi Baru di DIY

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 7 November 2025 | 03:02 WIB
SYUKURAN: Suasana Tasyakuran Sukses Penyelenggaraan Haji Tahun 1445 H/2024 M di Aula PLHUT, Kemenag Purworejo, (31/7).IHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA
SYUKURAN: Suasana Tasyakuran Sukses Penyelenggaraan Haji Tahun 1445 H/2024 M di Aula PLHUT, Kemenag Purworejo, (31/7).IHAN ARON VAHERA/RADAR JOGJA

 

JOGJA - DIY resmi menjadi lokasi embarkasi haji mulai 2026. Sistem embarkasi di DIY ini akan memanfaatkan hotel sebagai asrama haji sekaligus menjadi daerah yang pertama menerapkan sistem tersebut di Indonesia.

"Kami bekerja sama dengan Hotel Ibis dan Novotel yang lokasinya memungkinkan untuk menjadi tempat embarkasi Haji atau asrama sementara,” ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti saat dikonfirmasi, Kamis (6/11).

Lokasi embarkasi haji DIY ditentukan di Kabupaten Kulon Progo. Hal itu diperkuat dengan terbitnya keputusan Menteri Haji dan Umrah No. 11 Tahun 2025 Tentang Bandar Udara Embarkasi dan Debarkasi.

Isi surat keputusan menteri yang ditetapkan 22 Oktober itu salah satunya berbunyi Bandara Internasional Yogyakarta ditetapkan sebagai lokasi embarkasi dan debarkasi haji untuk wilayah DIY dan sebagian jemaah Jawa Tengah meliputi Kabupaten Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang dan Temanggung. "Keberangkatan pertama akan dilakukan pada musim haji 2026 mendatang," bebernya.

Sejak 2022, Pemprov DIY telah melakukan persiapan untuk menyambut rencana tersebut melalui simulasi dan koordinasi bertahap. Kerja sama dengan hotel-hotel di sekitar bandara juga dilakukan untuk DIYadikan tempat jamaah menginap sementara. “Proses ini cukup panjang. Inisiasi dimulai 2022," bebernya.

Salah satu syarat embarkasi haji adalah dapat mencukupi kuota 4.000 jamaah atau sekitar 10 kloter pemberangkatan. Dikarenakan DIY tidak bisa mencukupi syarat tersebut, pemprov kemudian menjalin kerjasama dengan Jawa Tengah khususnya wilayah Keresidenan Kedu.

Ada penambahan dari kuota awal 3.200, menjadi 3.700. Jadi total jamaah untuk musim haji 2026 diperkirakan mencapai 8.000. “Kami ambil Karesidenan Kedu, yang nantinya ada enam kabupaten ikut di embarkasi DIY,” paparnya.

Menurutnya, embarkasi haji di DIY diproyeksikan dapat menghemat biaya, khususnya transportasi. Jika perjalanan menggunakan pesawat besar seperti Boeing 777, biaya transportasi akan lebih hemat karena dapat mengurangi jumlah penerbangan. Kemudian dari segi waktu juga akan lebih efektif bagi para jamaah ketika berada di Mekah untuk menekan biaya hidup di sana.

Penambahan embarkasi haji di DIY menurut Made tidak mengganggu pengelolaan embarkasi yang ada di Solo. Itu justru memberikan kemudahan dan akses pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. “Dengan terbaginya embarkasi, biaya haji bisa lebih efisien dan waktu jemaah di sana tidak terlalu lama,” ucapnya.

Made menyebut inovasi asrama haji berbasis hotel itu pertama kali diterapkan di seluruh Indonesia. Sistem tersebut menurutnya dapat memberikan jaminan pelayanan dan fasilitas hingga prasarana para jamaah menjadi lebih baik.

Lokasi hotel juga sangat strategis karena aksesnya yang memudahkan keberangkatan atau kepulangan jamaah. “Ini model baru pertama di Indonesia. Kami harap ini bisa menjadi terobosan untuk pelayanan Haji lebih baik, termasuk bagi keluarga jemaah,” tandasnya.

 Baca Juga: Resmi! Uji Oba Operasional Bus Listrik Trans Semarang Dimulai, Warga Bisa Naik Gratis: Cek Rutenya..

Hotel lain yang berada di sekitar bandara juga bisa dimanfaatkan apabila jumlah jemaah meningkat. Sistem ini memungkinkan proses keberangkatan dan kepulangan jamaah berlangsung di tempat yang sama. Termasuk penyelesaian urusan imigrasinya. Komponen pendukung lainnya seperti puskesmas, PLUT, toko busana hingga oleh-oleh ia dorong agar segera dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan jamaah.

Selain itu, upaya tersebut juga untuk membangkitkan ekonomi lokal. “Mungkin catatan pentingnya adalah kesiapan daerah, khususnya Kulon Progo. Kebutuhan jemaah banyak, mulai dari busana hingga oleh-oleh. Kami sudah koordinasi dengan kepala Bapperida Kulon Progo, dan semua sudah disiapkan,” ujarnya. (oso/pra)

Editor : Heru Pratomo
#embarkasi #hotel #Wonosobo #jemaah haji #temanggung #Kedu #Ni Made Dwipanti #Pemprov DIY #YIA #Magelang #KULON PROGO #Purworejo