Bukan bicara ketinggalan zaman , tapi prinsip hidup ini yang membuat sebagian masyarakat Jawa hidup dengan tenang dan damai serta ikhlas di segala kondisi kehidupan.
Antara lain prinsip atau filosofi hidup orang Jawa yang masi di pegang ialah sabar, nrimo, dan gotong royong.
Dari tiga filosofi hidup tadi ada makna yang besar, berikut penjelasannya :
Sabar
Dalam makna yang di yakini masyarakat Jawa, sabar ini bukan hanya sekedar menahan amarah tapi banyak makna yang bisa di ambil dari kata sabar ini.
Salah satunya ialah sabar adalah bentuk ketahanan hati dan mempunyai kemampuan untuk tenang dalam menghadapi ujuan hidup.
Selain itu juga sabar ini juga bentu keseimbangan batin seseorang dan menghindari diri dari perbuatan gegabah yang di percaya bisa merusak segala macam aspek didalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.
Nrimo
Didalam pepatah Jawa disebutkan “nrimo ing pandum” yang maknanya menerima dengan ikhlas.
Secara arti, Masyarakat jawa selalu memegang prinsip menerima dengan ikhlas segala sesuatu yang di berikan.
Menerima disini bukan bermaksud pesimis dengan keadaan, tapi setelah berjuang dan ikhiar secara total dan menerima hasil nya dengan ikhlas setelah melakukan sesuatu dengan totalitas.
Dan juga makna nrimo ini bisa diartikan menerima dan ikhlas terhadap segala sesuatu musibah yang menimpa, dan mengambil pelajaran.
Gotong Royong
Gotong Royong sendiri adalah bentuk solidaritas dan kebersamaan Masyarakat Jawa yang sudah ada sejak zaman dahulu dan masu bertahan sampai sekarang.
Dari kegiatan gotong royong ini akan menumbuhkan jiwa sosial saling membantu dan memiliki satu sama lain.
Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Sragen Mendadak Batal Digelar, Dipicu Gaji Guru PPPK Paruh Waktu
Masyarakat Jawa sangat kental dengan istilah ini dan selalu melakukan nya di setiap kegiatan sosial sehari hari.
Penulis :Z.Hidayat Kan