Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Sudah Dilarang Nekat Lewat, Truk Sumbu Tiga Kecelakaan di Kalijambe Tabrak Dua Mobil dan Ruko Pasar

Muhammad Hafied • Rabu, 12 November 2025 | 03:20 WIB

 

 

Sudah Dilarang Nekat Lewat, Truk Sumbu Tiga Kecelakaan di Kalijambe Tabrak Dua Mobil dan Ruko Pasar
Sudah Dilarang Nekat Lewat, Truk Sumbu Tiga Kecelakaan di Kalijambe Tabrak Dua Mobil dan Ruko Pasar

 

 

PURWOREJO - Belum juga hilang dalam ingatan warga adanya peristiwa kecelakaan yang merenggut 12 nyawa, insiden serupa kembali terulang di jalur tengkorak Kalijambe, kemarin (11/11) pagi. Kali ini, kecelakaan melibatkan truk sarat muatan solar dan dua mobil.

Kecelakan ini mengakibatkan satu korban tewas dan tiga lainnya harus dilarikan ke rumah sakit karena terluka parah. Peristiwa naas ini terjadi sekitar pukul 04.45, persis di depan Pasar Sidosari, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener. Saat itu aktivitas pasar pagi sedang ramai-ramainya.

Bagi warga setempat, kecelakaan antara truk tangki dan dua mobil ini menambah daftar hitam peristiwa di Jalan Purworejo-Magelang. Mereka tak habis pikir kecelakaan maut kembali terulang. Padahal, sudah terdapat larangan bagi kendaraan berat atau sumbu tiga melintas di jalur itu karena cukup ekstrem.

"Ya, ini berarti kecolongan. Kenapa nekat, jelas sudah ada larangan," kata Khozin, sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) Jalur Kalijambe.

Kepada Radar Jogja, ia mengungkapkan pasca kecelakaan maut hingga timbul 12 korban jiwa pada Mei 2025 lalu, di sepanjang jalur tengkorak masih kerap terjadi kecelakaan. Dia ingat ada enam kejadian kecelakaan secara berulang.

Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa kecelakaan perlu menjadi pembelajaran bersama, khususnya bagi pengemudi yang belum hafal medan jalan di Kalijambe. "Sebelum ini, mobil pkap muatan sayur. Titiknya paling 100 meter dengan kejadian sekarang. Harus hati-hati banget," ujarnya.

Oleh karena itu, dia meminta perhatian serius dari instansi terkait agar potensi kecelakaan dapat dihindari. Pria 41 tahun ini pun mengungkapkan di sepanjang jalur tengkorak cukup minim penerangan jalan.

Dia mengusulkan segera dipasang pita kejut dan jalur darurat di beberapa titik. "Penerangan harus diperbanyak lagi. Sama pita kejut buat warning mau turunan," ungkapnya.

Kasatlantas Polres Purworejo AKP Arta Dwi Kusuma menjelaskan, kecelakaan maut ini bermula ketika truk berisi solar berpelat nomor H 9861 OF berjalan dari arah Magelang menuju Purworejo. Truk yang dikendarai Lokas Feriyanto, 42, itu melaju dengan kecepatan sekitar 70 kilometer per jam.

Namun ketika di lokasi kejadian, truk lepas kendali dan menabrak dua mobil di depannya. Yakni mobil Suzuki Carry nopol AA 1726 BA dan Toyota Avanza AA 1484 DC. Benturan keras itu membuat truk tangki terus mendorong mobil Suzuki Carry, sebelum akhirnya terhenti setelah menimpa ruko di Pasar Sidosari. "Korban tiga luka serius dan satu meningga di tempat," jelasnya.

Adapun korban meninggal adalah Sutrisno, 45, warga Genuk, Kota Semarang yang merupakan penumpang truk. Sedangkan tiga korban terluka masing-masing Lokas Feriyanto, 42, warga Semarang. Lalu, Muhammad Zainuddin, 34, penumpang truk yang diketahui warga Sayung, Demak. Satu korban lain yakni Ari Agus Susanto, 42, pegemudi Suzuki Carry warga Bandongan, Magelang.

Hingga siang, proses avakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan masih terus berlangsung. Dalam kejadian ini, pemadam kebakaran diterjunkan untuk pembersihan tumpahan solar yang tercecer di sekitar lokasi kejadian. Warga gotong royong membersihkan puing bangunan ruko yang hancur diseruduk truk tangki.

 Baca Juga: Perang Diponegoro: Ketika Rakyat dan Pangeran Keraton Bangkit Melawan Penjajahan

Lalu Lintas

Sempat Lumpuh

Kecelakaan ini juga menyebabkan arus lalu lintas di jalur Purworejo-Magelang dan sebaliknya lumpuh total hingga beberapa kilometer. Pantauan di lokasi, sejak pagi situasi di sekitar Pasar Kalijambe dipenuhi warga yang berkerumun menyaksikan proses evakuasi.

Truk tangki solar itu menimpa deretan ruko di pasar yang mengakibatkan kebocoran. Sementara mobil Suzuki Carry tampak ringsek. Petugas gabungan pun berjibaku membersihkan sisa solar di jalan raya dengan menyemprot air.

Setelah dirasa bersih, barulah arus lalu lintas kembali berjalan. Meski masih tersendat akibat proses evakuasi truk dan mobil. Warga Desa Kalijambe, Puji Astuti, 50 menuturkan, suara benturan keras terdengar sesaat setelah ia melangsungkan salat Subuh. Puji yang tinggal tak jauh dari pasar langsung berlari menuju lokasi.

"Saya habis salat Subuh, belum sempat lepas mukena, tiba-tiba ada suara keras banget, gubrak. Waktu saya sampai sini, korban masih di tempat semua, belum banyak orang," ujarnya di lokasi.

Mobil Carry saat itu diketahui sedang parkir di tepi jalan depan pasar, lantaran pemiliknya hendak menurunkan dagangan bawang merah. Diduga truk yang melaju dari arah Magelang kehilangan kendali hingga menabrak Avanza dan menghantam Carry yang terparkir. "Mobil Carry-nya lagi parkir, mau antar dagangan ke pasar. Tiba-tiba ditabrak keras sekali, seperti pesawat jatuh," katanya.

Akibat tabrakan beruntun itu, awak truk tewas di tempat, sedangkan tiga orang lainnya mengalami luka berat. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi kendaraan yang ringsek parah.

Baca Juga: Hasil Cek Kesehatan Gratis: 1095 Warga Wonogiri Terindikasi Mengalami Gangguan Jiwa, Termasuk Para Remaja

Ambulans desa setempat datang pertama kali untuk mengevakuasi korban di dalam mobil Carry, sedangkan korban di truk baru berhasil dikeluarkan sekitar pukul 07.00. "Yang di truk itu susah dievakuasi, baru bisa jam tujuh lebih. Yang meninggal di truk, dua lainnya masih kritis," jelasnya.

Benturan keras juga merusak sejumlah ruko di pasar, di antaranya ruko pakaian dan sembako. Beberapa dinding jebol, atap genting runtuh. "Gentingnya hancur semua. Untung enggak nyamber listrik, padahal tiang listrik dekat sekali," tambahnya.

Kerugian akibat insiden ini ditaksir mencapai sekitar Rp 100 juta. Aktivitas pasar yang seharusnya ramai pada hari pasaran Selasa Pahing juga terhenti total. Banyak pedagang memilih menutup lapak karena sebagian area tertutup puing kendaraan dan reruntuhan bangunan.

Warga yang hendak berangkat kerja maupun pedagang menuju pasar, terpaksa berhenti di tepi jalan karena polisi menutup jalur untuk proses evakuasi. Petugas Satlantas Polres Purworejo bersama warga dan relawan berjibaku mengevakuasi kendaraan serta membersihkan material yang berserakan di jalan.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu lama. Tim gabungan dari Polres Purworejo, TNI, Basarnas, PMI, dan relawan mengevakuasi korban yang terjepit di dalam mobil Carry serta membersihkan material reruntuhan.

Kepala Desa Kalijambe Yanto Singgih Prasetyo mengutarakan, sedikitnya ada 10 ruko pasar terdampak akibat insiden itu. Sebagian besar merupakan kios sembako dan pakaian milik warga desa. Dia memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

"Kerusakan parah, genting rontok, tembok roboh. Kami masih mendata siapa saja yang terdampak. Nanti semua pemilik kios akan kami kumpulkan di balai desa untuk pendataan dan pengajuan bantuan," ujar Yanto.

Ia berharap, pemerintah kabupaten turut membantu perbaikan pasar desa yang dibangun sejak awal 2000-an itu. "Pasar ini milik desa, tapi kondisinya sudah rusak berat. Harapan kami, pemerintah bisa ikut membangun kembali. Desa tidak punya cukup dana,"  tambahnya. (fid/aya/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#Kecelakaan maut #Kalijambe #Magelang #jalur tengkorak #Purworejo #truk sumbu tiga