Letaknya berada di ujung selatan Wonosobo, berbatasan langsung dengan Kabupaten Kebumen. Dari kejauhan terlihat seperti danau luas yang tenang, dikelilingi bukit hijau dan udara yang segar.
Waduk ini dibangun sebagai bagian dari sistem irigasi dan pengendalian banjir, tapi fungsinya berkembang jadi tempat aktivitas masyarakat.
Banyak warga sekitar yang menggantungkan hidup dari perikanan darat mulai dari menjala ikan, memancing, sampai mengelola keramba.
Setiap pagi dan sore, permukaan waduk dipenuhi perahu kecil milik nelayan lokal yang sudah beraktivitas turun-temurun.
Bukan cuma untuk kebutuhan air, waduk ini juga punya potensi wisata. Pemandangannya cantik, apalagi saat matahari terbit ketika kabut tipis menggantung di atas air.
Pengunjung bisa duduk santai di tepi waduk, menikmati semilir angin, atau keliling menaiki perahu sewaan milik warga.
Namun potensi itu belum tergarap sepenuhnya fasilitas wisata masih sederhana dan promosi belum banyak dilakukan, sehingga banyak orang luar daerah bahkan belum pernah mendengar namanya.
Meski begitu, justru kesederhanaannya yang jadi daya tarik. Suasana di sini masih alami dan jauh dari keramaian.
Cocok buat orang yang ingin rehat sejenak dari hiruk-pikuk kota dan mencari tempat tenang untuk sekadar menghirup udara segar.
Akses jalan menuju waduk juga sudah lebih baik dibanding beberapa tahun lalu, meski tetap perlu hati-hati karena jalannya berkelok.
Warga sekitar berharap Waduk Wadaslintang ke depan bisa lebih dikenal. Bukan semata menjadi destinasi wisata, tapi juga jadi ruang bagi masyarakat lokal untuk berkembang baik lewat UMKM, perikanan, maupun jasa wisata.
Tempat ini punya potensi besar, tinggal bagaimana pengelolaan dan promosi dilakukan secara bertahap.
Waduk Wadaslintang mungkin belum sepopuler waduk-waduk lain di Jawa Tengah, tapi bagi yang sudah menyambangi, tempat ini sering bikin kangen.
Pemandangan air yang luas, angin sepoi-sepoi, dan suasana desa yang damai membuatnya layak jadi destinasi baru untuk siapa pun yang ingin mengenal sisi lain Kebumen dan Wonosobo.
Penulis Naela Alfi Syahra
Editor : Bahana.