Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Sumanto: Jateng Punya Potensi Besar untuk Kembangkan Hortikultura Organik, Pasar Premium hingga Ekspor Terbuka Lebar

Magang Radar Purworejo • Senin, 24 November 2025 | 21:36 WIB

Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto Antara News Jateng
Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto Antara News Jateng

Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mengungkapkan jika Jawa tengah memiliki modal besar alam dan iklim yang sangat mendukung untuk menjadi holtikutura prganik di Indonesia.

Menurutnya, banyak kawasan dataran tinggi di Jateng yang dapat menjadi pusat produksi yang tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal akan teteapi siap bersaing di pasar nasional hinggal internasional.

Dilansir dari Antara, Minggu (23/11/2025), Sumanto menjelaskan bahwa kawasan berhawa sejuk seperti Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Gondosuli sudah dikenal kaya akan komoditas hortikultura, mulai dari aneka sayuran hingga buah alpukat.

Wilayah di kaki Gunung Merapi dan Merbabu terutama di Kabupaten Boyolali juga selama ini menjadi lokasi strategis untuk budidaya kubis, sawi, tomat, dan produk horti lainnya.

“Jateng ini sudah punya modal alam, dan iklim. Tinggal pemerintah daerah mendorong melalui dukungan kebijakan yang kuat untuk menjadikan hortikultura organik sebagai salah satu sektor unggulan,” katanya.

Sumanto menilai tren konsumen yang semakin sadar kualitas membuka peluang baru bagi petani. Kelompok tani organik di Jateng kini mulai masuk ke pasar premium seperti supermarket dan jaringan ritel modern.

Standar yang lebih ketat membuat harga produk organik cenderung lebih tinggi, sekaligus mendorong petani menerapkan sistem tanam yang lebih teratur, seperti pola tanam plasma agar panen bisa berkelanjutan atau kontinu.

Menurutnya, karakter konsumen saat ini berubah. Mereka mencari produk hortikultura yang tidak hanya memenuhi nutrisi dan energi, tetapi juga terlihat segar dan menarik.

“Tuntutan konsumen tersebut membuka peluang dalam penyediaan produk yang selalu fresh dan mempunyai penampilan yang menarik,” ujarnya.

Melihat potensi yang terus berkembang, Sumanto mendorong Pemprov Jateng untuk memperluas pelatihan pembuatan pupuk organik bagi petani, sekaligus memperkuat rantai pasok agar produk bisa dijual langsung ke pasar modern atau diekspor.

Langkah ini dinilai penting untuk memotong dominasi tengkulak yang sering merugikan petani di tingkat produksi.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi teknologi pascapanen, terutama pengemasan buah dan sayuran agar tetap segar lebih lama.

Dengan masa simpan yang optimal, produk hortikultura dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan potensi keuntungan.

Sumanto optimistis, jika pengelolaan dilakukan secara benar dan terencana, hortikultura organik dapat menjadi sumber pendapatan signifikan bagi petani di Jawa Tengah.

Kenaikan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat menjadi pendorong utama tumbuhnya pasar produk organik dalam beberapa tahun terakhir.

“Dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan pasar, pengembangan hortikultura organik di Jateng bisa terus berkembang dan memberikan keuntungan ekonomi,” katanya.

Muhtar Dinata

Editor : Bahana.
#Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto