Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Komisi II DPRD Purworejo Melakukan Pengawasan Dalam Daerah Untuk Mendorong Optimalisasi Fasilitas Transportasi Publik

Magang Radar Purworejo • Selasa, 25 November 2025 | 17:54 WIB

Komisi II DPRD Purworejo melakukan Pengawasan Dalam Daerah (Wasda) pada Kamis (20/11/2025) purworejokab.go.id
Komisi II DPRD Purworejo melakukan Pengawasan Dalam Daerah (Wasda) pada Kamis (20/11/2025) purworejokab.go.id

Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo menyoroti kebutuhan mendesak akan perbaikan dan optimalisasi fasilitas transportasi publik di wilayah setempat.

Pembenahan infrastruktur dinilai penting untuk mendorong masyarakat kembali menggunakan moda transportasi umum, khususnya angkutan kota (angkot) dan angkutan perdesaan yang kini kian ditinggalkan.

Catatan tersebut muncul setelah Komisi II melakukan Pengawasan Dalam Daerah (Wasda) pada Kamis (20/11/2025).

Uniknya, agenda pengawasan diawali dengan para anggota dewan menaiki angkot dari Terminal Tipe C Kongsi Purworejo. Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Alipman Syafii itu didampingi Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Purworejo Lely Nur Hidayati beserta jajarannya. Setelah dari Terminal Kongsi, mereka melanjutkan pemantauan ke Terminal Bus Tipe A Purworejo, Terminal Tipe B Kutoarjo, perlintasan sebidang KA di Desa Bayem, hingga garasi PO Sumber Alam.

Di Terminal Kongsi, sejumlah persoalan langsung terlihat. Komisi II mendapati kerusakan jalan di beberapa titik serta keberadaan bak sampah terbuka yang menimbulkan bau tak sedap.

"Kerusakan jalan dan bak sampah terbuka yang berbau ini mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan pengguna Angkot. Apalagi saat musim hujan, jadi mendesak ditangani," kata Alipman.
Selain itu, keberadaan kios-kios liar yang didirikan pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi sorotan.

"Ada kios-kios yang dibangun PKL, itu harus ditertibkan. Supaya area terminal tetap tertata dan tidak mengganggu alur angkutan," ungkapnya.

Saat meninjau Terminal Tipe A Purworejo, Komisi II disambut PengawasSatua Pelayanan (Satpel), Slamet Jiwantoro.

Terminal yang dibangun dengan dana besar dari pemerintah pusat itu ternyata belum dimanfaatkan sesuai harapan.

Sekretaris Komisi II, Rudi Hartono, menyebut kunjungan ini sebagai langkah awal untuk mencari formula agar terminal bisa kembali hidup.

"Ada masukan bahwa terminal ini kurang ramai. Nah, kita masuk dan akan membedah apa saja agar ke depan terminal ini bisa berfungsi dengan baik," ujar Rudi.
Menurutnya, fasilitas terminal sudah sangat memadai, namun belum ditopang aktivitas masyarakat dan pelaku transportasi.

"Tempat ini sudah bagus dan menghabiskan biaya banyak sekali. Sejatinya harus dimanfaatkan semaksimal mungkin," tegasnya.

Komisi II kemudian mendorong adanya terobosan agar terminal tidak hanya menjadi bangunan pasif, tetapi menjadi simpul mobilitas dan aktivitas ekonomi. Event, spot wisata, atau kegiatan kreatif dinilai bisa menjadi pemantik.

"Ini jadi PR kita semua, bagaimana cara meramaikan lagi? Mungkin kita adakan spot wisata yang menopang terminal, atau perbanyak event-event agar masyarakat dari luar daerah datang ke Purworejo," tambah Rudi.

Temuan serupa juga terlihat di Terminal Tipe B Kutoarjo. Sarpras dinilai sudah memadai, tetapi belum diberdayakan maksimal. Aula dan ruang serbaguna di lantai dua terminal masih jarang digunakan.

“Ini sangat representatif dan potensial untuk dikembangkan. Dengan hidupnya terminal ini kita berharap animo masyarakat menggunakan transportasi umum ikut meningkat,” kata Rujiyanto, Anggota Komisi II.

Di perlintasan sebidang KA Desa Bayem, Komisi II menyoroti kurangnya sistem peringatan otomatis bagi petugas penjaga pintu. Saat ini, petugas hanya mengandalkan jadwal manual karena belum terintegrasi dengan sistem informasi milik PT KAI.

“Ke depan kalau bisa kita kerja sama dengan PT KAI agar petugas ini bisa mendapatkan akses pemberitahuan by sistem sehingga lebih akurat karena ini menyangkut keselamatan,” ujar Fdhy Kiawan, Anggota Komisi II.

Kunjungan ditutup dengan penempelan stiker barcode destinasi wisata Purworejo di sejumlah bus PO Sumber Alam.

Harapannya, promosi pariwisata dapat berdampak pada bertambahnya mobilitas masyarakat, yang beriringan dengan peningkatan penggunaan moda transportasi umum. Kabid Angkutan, Terminal, dan Perparkiran Dishub Purworejo, Jayadi, mengapresiasi perhatian Komisi II.

“Semoga ke depan angkutan di Purworejo akan eksis lagi, seperti zaman dulu. Terkait prasarana, akan kita upayakan pengusulan dan pembenahan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dengan berbagai masukan dan evaluasi tersebut, Komisi II DPRD Purworejo memastikan akan meramu rekomendasi strategis yang dibutuhkan agar fasilitas transportasi publik kembali produktif, nyaman, dan diminati warga.

Muhtar Dinata

Editor : Bahana.
#Jawa Tengah #DPRD Purworejo