Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Guru Dituntut Profesional, Kesejahteraan Tak Kunjung Ideal: Ironi Hari Guru Nasional 2025

Magang Radar Purworejo • Rabu, 26 November 2025 | 00:20 WIB
Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas.
Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas.

 

RADAR PURWOREJO - Di tengah gegap gempita peringatan Hari Guru Nasional 2025, ironi masih menyelimuti dunia pendidikan Indonesia.

Ribuan guru, terutama honorer, terus menanggung beban berat: dituntut profesional dan beradaptasi dengan kurikulum yang terus berubah, namun kesejahteraan yang mereka terima jauh dari kata ideal.

Ketimpangan antara harapan dan kenyataan kembali menegaskan bahwa penghargaan terhadap guru belum sepenuhnya tercermin dalam kebijakan.

Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November.

Penetapan Hari Guru Nasional tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 sebagai bentuk penghormatan kepada guru.

Momen penting untuk menghormati jasa para pendidik.

Momen hari guru ini juga menjadi sarana refleksi mengenai tantangan-tantangan yang sampai saat ini dihadapi oleh para guru di Indonesia.

“Guru Hebat, Indonesia Kuat” menjadi tema peringatan Hari guru Nasional 2025.

Tema ini merepresentasikan guru bukan hanya sekedar pengajar, namun juga pilar pendidikan.

Logo Hari Guru Nasional yang berbentuk hati emas, merepresentasikan ketulusan, serta buku terbuka yang menjadi simbol ilmu, dan yang terakhir gambar guru dan murid yang mencerminkan harmoni dan kolaborasi.

Dibalik peringatan Hari Guru Nasional yang penuh dengan sukacita, masih ada kenyataan bahwa kesejahteraan guru di Indonesia belum mencapai titik sejahtera, serta kualitas pendidikan nasional yang masih tertinggal.

Peringatan Hari Guru Nasional menjadi ruang refleksi tentang masa depan pendidikan di Indonesia.

Guru selalu ditempatkan sebagai pilar utama pendidikan.

Guru diharapkan mampu menyiapkan generasi masa depan yang cerdas dan beintegritas.

Namun, banyak guru lebih tepanya guru honorer yang belum mendapatkan balasan yang sebanding dengan kerja kerasnya.

Guru honorer masih menerima pendapatan yang tidak sebanding dengan beban tugas, jam mengajar, maupun tuntutan kompetensi professional.

Banyak yang harus bekerja lagi untuk menambah pendapatan dan memnuhi kebutuhan keluarga.

Sedangkan, kualitas pendidikan tidak hanya dilihat dari kurikulum saja, namun juga bergantung pada kualitas sumber daya pengajarnya.

Kesejahteraan guru yang lemah dapat berpengaruh pada motivasi, kreativitas, dan ketahanan mental saat mengajar. (Nauralya D)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Hari Guru Nasional #profesional #guru #kesejahteraan