Kebijakan pemerintah yang responsif dan berbagai stimulus yang digulirkan turut menjadi pendorong utama, terutama dalam menjaga laju konsumsi rumah tangga, memperkuat sektor manufaktur, dan meningkatkan kepercayaan publik teradap kondisi ekonomi.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, hari Kamis (27/11).
Dilansir dari website resmi Kemenkeu, kenaikan optimisme publik tampak jelas dari aktivitas konsumsi yang terus menguat.
Penjualan ritel mencatat tren positif, menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Di saat yang sama, penjualan kendaraan bermotor juga meningkat, menjadi indikasi bahwa konsumen memiliki keyakinan terhadap prospek ekonomi ke depan.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bahkan merangkak naik hingga mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan ini, terutama pada periode Oktober-November 2025, menunjukkan pembalikan sentimen dari yang sebelumnya lebih berhati-hati menjadi semakin percaya diri.
Sektor manufaktur ikut memberi warna pada pemulihan ekonomi yang lebih luas. Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 51,2 pada Oktober 2025, menandakan kondisi ekspansi.
Capaian di atas angka 50 itu menggambarkan peningkatan aktivitas produksi serta bertambahnya permintaan baru.
Pergerakan ini memperkuat pondasi sektor industri yang selama ini menjadi komponen dalam pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus mendorong pemerataan pemulihan di berbagai wilayah.
Kebijakan fiskal dan moneter pemerintah menjadi elemen krusial dalam memperbaiki iklim ekonomi.
Pada September 2025, pemerintah menempatkan 200 triliun di perbankan, yang kemudian disusul dengan tambahan 76 triliun.
Injeksi dana ini dimaksudkan untuk memperluas likuiditas perbankan sehingga suku bunga dapat ditekan dan penyaluran kredit lebih agresif. Dengan jumlah uang beredar yang meningkat, bank memiliki ruang untuk menurunkan bunga pinjaman yang akhirnya mendukung konsumsi dan investasi masyarakat.
Menurut Menkeu Purbaya, langkah tersebut menjadi pemicu yang mampu mengubah arah perekonomian dan menghadirkan momentum baru bagi pertumbuhan.
Ia menekankan pentingnya menjaga tren positif ini agar Indonesia dapat mencapai tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi di masa mendatang.
Secara keseluruhan, kinerja ekonomi pada Triwulan III 2025 menunjukkan bahwa Indonesia mampu mempertahankan proses pemulihan secara konsisten.
Perpaduan antara kebijakan pemerintah yang tepat sasaran dan respons publik yang semakin optimis diharapkan dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil, produktif, dan mendukung kemajuan jangka panjang.
Penulis: Alif Rizki Wahyu N K