Untuk mengatasi kepadatan kendaraan, pihaknya sudah menyusun rencana pengaturan lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Temanggung, Saltiyono Atmaji, mengatakan posko terpadu untuk menghadapi Nataru akan dibuat di sekitar Taman Pancasila dan Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo. Dua lokasi tersebut termasuk jalur yang diperkirakan rawan kemacetan.
"Posko akan beroperasi mulai 20 Desember 2025 hingga 3-4 Januari 2026," ujar Saltiyono.
Macet di libur Nataru bisa terjadi mulai dari pertigaan Polsek Kranggan sampai Jembatan Kranggan.
Selain di wilayah Kranggan, Dinas Perhubungan juga memperkirakan kemacetan di sekitar Pasar Kliwon Rejo Ammertani, Pasar Legi Parakan, dan Pasar Wage Adiwinangun Ngadirejo.
Untuk menghindari kemacetan di Pasar Wage Ngadirejo, kendaraan dari arah Candiroto bisa diarahkan lewat jalur Muntung-Jumo-Kandangan agar masuk ke area kota.
Untuk mobil yang mau ke Semarang, bisa lewat jalur Kaloran sampai Sumowono agar tidak macet di Kranggan.
"Simulasi ini sebetulnya berlaku pas Idul Fitri juga," ucap Saltiyono.
Ia menambahkan bahwa petugasnya akan dikerahkan ke beberapa titik kemacetan untuk mengatur lalu lintas.
Dishub Temanggung sudah menempatkan tanda-tanda portable di jalur alternatif untuk memudahkan arus lalu lintas.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum sudah melakukan perbaikan jalan yang berlubang untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna jalan.
"Kami juga akan pasang tanda-tanda portabel untuk menunjukkan jalur alternatif yang rawan macet," tambahnya.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.