Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Bahlil Nyatakan Target Produksi Nikel dan Batu Bara Akan Dipangkas pada Rancangan Anggaran 2026

Magang Radar Purworejo • Senin, 22 Desember 2025 | 21:49 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan memangkas target produksi nikel dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya untuk mengangkat harga komoditas yang belakangan mengalami penurunan.

“Semuanya kami pangkas. Bukan hanya nikel, batu bara pun kami pangkas,” ujar Bahlil saat ditemui usai Konferensi Pers Kesiapan Sektor ESDM Menghadapi Periode Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jakarta, Jumat (19/12), melansir dari Antaranews.

Menurut Bahlil, pemangkasan target produksi itu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar global.

Ia menilai, produksi yang terlalu besar justru menekan harga komoditas, khususnya batu bara.

Ia menjelaskan, saat ini harga batu bara mengalami tren penurunan karena volume batu bara yang diperdagangkan di pasar global mencapai sekitar 1,3 miliar ton.

“Indonesia sendiri menyuplai sekitar 500–600 juta ton, hampir 50 persen,” ucapnya.

Bahlil menyebut tingginya pasokan batu bara dari Indonesia turut berkontribusi terhadap anjloknya harga di pasar internasional.

Berdasarkan data harga acuan batu bara (HBA), tren penurunan telah terjadi sejak awal November.

Pada periode I November, harga batu bara turun dari 109,74 dolar AS per ton pada periode II Oktober menjadi 103,75 dolar AS per ton.

Selanjutnya, pada periode II November, harga kembali turun menjadi 102,03 dolar AS per ton.

Penurunan harga berlanjut pada periode I Desember, di mana harga batu bara acuan tercatat sebesar 98,26 dolar AS per ton, lebih rendah dibandingkan periode II November.

Angka tersebut juga berada di bawah harga batu bara November 2024 yang mencapai 114,43 dolar AS per ton.

Selain menekan produksi, Bahlil menegaskan pemerintah juga akan melakukan peninjauan terhadap perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Ini kami mengontrol bagi perusahaan-perusahaan yang tidak menaati aturan, ya mohon maaf. RKAB-nya juga mungkin akan dilakukan peninjauan,” ujarnya.

Pemangkasan produksi nikel dan batu bara ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok utama komoditas energi dan mineral di pasar global.

Muhtar Dinata

Editor : Bahana.
#Menteri ESDM Bahlil Lahadalia #bahlil #tambang