Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Upaya Kesiapsiagaan Tsunami, Gunungkidul Benahi Jalur Evakuasi: Juga Sediakan TES di Pantai Watukodok-Sanglen Telan Anggaran Rp 94,4 Juta

Yusuf Bastiar • Kamis, 25 Desember 2025 | 04:22 WIB

 

PEMELIHARAAN: Area pembangunan TES di Pantai Watukodok dan Sanglen untuk mitigasi bencana tsunami.
PEMELIHARAAN: Area pembangunan TES di Pantai Watukodok dan Sanglen untuk mitigasi bencana tsunami.

GUNUNGKIDUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memperkuat kesiapsiagaan tsunami di kawasan pesisir selatan dengan memelihara jalur evakuasi dan menyediakan tempat evakuasi sementara (TES) di Pantai Watukodok dan Sanglen, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.

Langkah mitigasi ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko korban jiwa di wilayah yang masuk zona rawan tsunami.

Kegiatan tersebut merupakan belanja pemeliharaan bangunan gedung tempat kerja berupa revitalisasi jalur evakuasi.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini menelan anggaran Rp 94.451.000 yang bersumber dari APBD Gunungkidul Tahun Anggaran 2025.

Ketua Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (PKRR) BPBD Gunungkidul Nanang Irawanto menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Elsa Nurega, kontraktor bangunan dan pengadaan barang yang beralamat di Kalurahan Beji, Kapanewon Patuk.

Masa pelaksanaan pekerjaan selama 21 hari kalender, dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender, dan ditargetkan selesai pada 29 Desember.

“Sinergi dilakukan dengan Kalurahan Kemadang, termasuk kawasan yang dikenal sebagai kampung tsunami. Salah satu fasilitas yang diperlukan adalah jalur evakuasi hingga titik terakhir evakuasi, termasuk tempat evakuasi sementara,” ujarnya saat ditemui di Wonosari Rabu (24/12/2025).

Menurutnya, fasilitas yang dibangun bukan untuk pemantauan gelombang laut, melainkan murni sebagai sarana evakuasi masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.

Di kawasan Watukodok dan Sanglen telah disiapkan satu titik evakuasi sementara yang dilengkapi fasilitas penunjang.

“Tempat evakuasi sementara ini menjadi penghubung sebelum warga diarahkan ke tempat evakuasi akhir. Sebelumnya, fasilitas serupa juga sudah dibangun di rest area Pantai Sepanjang dan difungsikan sebagai lokasi evakuasi sementara,” jelasnya.

Dia menyebut, BPBD memiliki tugas memastikan jalur evakuasi tersedia di seluruh wilayah pantai yang berisiko tsunami.

Ke depan, jalur tersebut akan dilengkapi dengan petunjuk arah, papan informasi, serta rambu peringatan agar mudah dipahami masyarakat maupun wisatawan.

Sementara itu, Kepala BPBD Gunungkidul Purwono menegaskan, sistem peringatan dini tsunami tetap mengacu pada informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Jika ada informasi potensi tsunami dari BMKG, kami akan menyalakan sirine dan menyampaikan informasi mulai dari SAR hingga kalurahan agar siaga dan bersiap evakuasi. Jika potensi meningkat, evakuasi akan segera dilakukan,” ujarnya.

Meskipun dalam satu tahun terakhir tidak terdapat tanda-tanda tsunami di kawasan Watukodok dan Sanglen, upaya mitigasi dinilai tetap harus dilakukan.

“Ini bagian dari upaya sedia payung sebelum hujan. Sistem dan fasilitas kami siapkan agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk,” tegasnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kesiapsiagaan tsunami #tempat evakuasi sementara #Gunungkidul #jalur evakuasi #pantai selatan