Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jejak Syiar Islam di Puncak Kaligesing, Ini Makna Penggantian Luwur saat Haul Syekh Maulana Maghribi

Magang Radar Purworejo • Jumat, 9 Januari 2026 | 16:55 WIB
Haul Syekh Maulana Maghribi Di Desa Gunungwangi Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo
Haul Syekh Maulana Maghribi Di Desa Gunungwangi Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo

 


PURWOREJO – Di ketinggian 757 meter di atas permukaan laut (MDPL), suasana sejuk dan khidmat menyelimuti puncak perbukitan Kaligesing. Ratusan jemaah tampak memadati area makam salah satu ulama besar pembawa cahaya Islam di Tanah Jawa, Syekh Maulana Maghribi.

Ulama yang berasal dari Maroko ini dikenal sebagai sosok sentral dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, khususnya Pulau Jawa. Kehadiran beliau tidak hanya meninggalkan warisan ajaran agama, tetapi juga nilai-nilai spiritualitas yang hingga kini dijaga ketat oleh masyarakat setempat.

Haul Syekh Maulana Maghribi di Gunungwangi adalah tradisi tahunan untuk mengenang tokoh penyebar Islam di Jawa, yang dihadiri masyarakat, tokoh
agama, dan peziarah dari berbagai daerah.


Sebagai bentuk penghormatan dan upaya meraih keberkahan, baru-baru ini telah dilaksanakan prosesi tahunan Penggantian Kain Luwur. Ritual ini melibatkan penggantian kain penutup makam sepanjang 57 meter yang disusun sebanyak tujuh lapis.

 

Filosofi Hidup: Ngudi Winih hingga Ngopeni Sedulur Sinorowedi
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa mendoakan para leluhur. Selain itu, momentum ini menjadi pengingat akan konsep Ngopeni Sedulur Sinorowedi, yaitu kewajiban manusia untuk menjaga, merawat, dan melestarikan seluruh anugerah Allah SWT, mulai dari bumi, air, hingga hewan.

Masyarakat juga diajak untuk merenungkan prinsip hidup:

Ngudi Winih: Menanam benih kebaikan.

Tandon Bayu: Menjaga sumber kehidupan/energi.

Angon Mongso: Membaca waktu dan keadaan.

Baca Juga: Jagal Ngadirojo Wonogiri yang Mengecor Mayat Korbannya Divonis 20 Tahun Penjara, Ayahnya 6 Bulan

Dalam menjalani kehidupan, umat manusia diharapkan tidak sekadar mengikuti arus. Diperlukan pegangan hidup yang kuat melalui Mujahadah dan memperbanyak kalimat Thoyyibah sebagai sarana memohon ampunan dosa kepada Allah SWT.

 

Editor : Heru Pratomo
#pembawa #Tanah Jawa #Gunungwangi #islam #maroko #Syekh Maulana Maghribi #Purworejo #filosofi hidup #Kaligesing