Warung soto ayam sederhana ini telah menjadi kuliner legendaris yang selalu ramai dikunjungi, bukan hanya karena nama unik tapi juga cita rasanya dan juga pengalaman santap malam yang hangat.
Soto Yesus dikenal secara resmi sebagai Soto Ayam Pak Min ini sudah berjualan daru tahun 1999, beralamat di Jalan Gajah Mada No. 78–86, Kembangsari, Semarang Tengah, Kota Semarang, tepat di seberang Gereja Bethel Indonesia (GBI).
Nama Soto Yesus muncul karena lokasinya tepat di depan gereja dan para pelanggannya yang menamainya karna khas dan cepat melekat di benak pengunjung.
Julukan ini menjadi identitas populer, memudahkan warga lokal dan wisatawan menemukan warung ini di pusat kota.
Soto Yesus ini buka sekitar 23.30 WIB hingga 03.00 dan banyak pengunjung datang hingga pukul 01.00 WIB ke atas.
Pengunjung datang untuk makan soto sekaligus nongkrong santai, hingga menjadi penyelamat jika lapar di tengah malam, mulai dari anak kos, pekerja malam, hingga wisatawan.
Suasananya makan soto ini sendiri khas street food, duduk lesehan di trotoar, sambil menikmati semangkuk soto panas di tengah malam kota Semarang.
Soto Yesus adalah soto ayam dengan kuah gurih dan rempah kuat, sedikit berbeda dari soto Semarang biasa.
Dan soto ini disajikan dengan nasi atau bihun, suwiran ayam, dan taburan bawang goreng. Harga seporsi soto ramah di kantong, biasanya di bawah Rp25.000 sudah lengkap dengan lauk dan minuman.
Pelengkap sotonya juga cukup bervariasi mulai dari sate usus, sate telur, ceker, dan aneka gorengan lainnya. Minuman seperti es jeruk atau teh hangat sering menjadi pilihan.
Walau warungnya sederhana, Soto Yesus terkenal karena suasana malamnya yang hangat dan ramai.
Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk makan, tapi juga untuk bersantai, berdiskusi, atau menikmati malam kota Semarang sambil menyeruput soto hangat.
Penulis: Kinesha Puspa Adilla
Editor : Bahana.