EPA PSIM Jogja Masih Underperform, Ini Solusi dari Tim Pelatih
JOGJA - Rangkaian pertandingan Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 2025/26 pekan ke-21 dan ke-22 menghadirkan catatan evaluasi serius bagi skuad Laskar Mataram Muda. Menjamu PSM Makassar di Stadion Dwi Windu, Bantul, pada Sabtu (31/1) dan Minggu (1/2), PSIM Jogja harus puas dengan raihan poin minim dari enam laga yang dipertandingkan.
Manajer EPA PSIM Jogja Joshua Dio mwngaku kecewA karena target perolehan poin kandang gagal diamankan oleh ketiga kelompok usia. Sebab secara umum target tim belum tercapai.
Sebagai contoh, pada U-16 ekspektasi untuk bisa ambil minimal empat poin ternyata malah dua kali kecolongan.
Selain itu pada skuad U-18 tim EPA PSIM Jogja juga harus berjuang keras dengan sepuluh pemain pada laga pertama setelah kiper Wanda Ardiyanto diganjar kartu merah, meskipun dalam laga itu anak-anak Jogja mampu menahan imbang 1-1.
Tak berhenti sampai di situ, drama kembali terjadi di laga kedua saat U-18 tertinggal tiga gol lebih dulu sebelum akhirnya bangkit menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Sementara itu, PSIM U-20 juga mengalami kekalahan telak 1-6 pada pertemuan kedua setelah sempat bermain imbang tanpa gol di hari pertama. Kesalahan di lini belakang memudahkan lawan mengeksploitasi pertahanan melalui serangan balik cepat.
"Masalah utamanya memang fokus teman-teman yang kadang bikin pelanggaran atau bikin set piece untuk lawan di area-area yang sebenarnya kita bikin pelanggaran yang tidak perlu," ungkap Joshua, Rabu (4/2).
Meski mengalami grafik performa yang kurang bagus. Tapi manajemen EPA PSIM Jogja tetap optimis.
Untuk saat ini, manajemen segera mengalihkan fokus persiapan menuju laga tandang melawan Persis Solo di Stadion Gemilang, Magelang, pada tanggal 5 dan 6 Februari mendatang. Jeda waktu singkat akan dimaksimalkan tim pelatih untuk mengembalikan kebugaran fisik pemain pasca-pertarungan intensitas tinggi.
"H+1 kami langsung latihan, mayoritas kita evaluasi dari laga terakhir karena memang banyak yang tidak sesuai di laga kemarin. Terlepas dari hasil, memang hampir semua Kelompok Umur ini main under perform semua di laga kemarin," tuturnya.
Secara persiapan, lanjut Joshua, untuk menghadapi Persis Solo nanti, tim pelatih telah membedah rekaman pertandingan Laskar Sambernyawa guna mengantisipasi kekuatan sang pemuncak klasemen.
"Kami coba tengok beberapa video match terakhir dari Persis dan ternyata memang hampir mirip-mirip pola permainannya. Jadi kami mungkin evaluasinya dari sana dengan menambal beberapa sektor dan menguatkan lagi pertahanan," bebernya. (ayu).