Mendorong diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal sebagai alternatif pengganti beras dapat menjadi strategi penting dalam ketahanan pangan nasional. Langkah ini juga mendukung pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan, dengan memanfaatkan potensi kearifan lokal.
Sebagai negara yang masuk ke dalam daftar negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi kedua setelah Brasil, Indonesia memiliki sumber bahan baku pangan lokal yang melimpah.
Namun sayang melimpahnya potensi pangan lokal di Indonesia masih belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mengurangi ketergantungan pada beras.
Selama ini, kebutuhan pangan pokok masyarakat Indonesia sebagian besar masih terpenuhi dari beras, ketergantungan masyarakat dibarengi dengan kebutuhan yang terus meningkat berakibat pada keharusan pemenuhan dengan impor.
Padahal, jika sebuah negara hanya bertumpu pada satu komoditas, maka negara tersebut menjadi rentan. Gangguan pada komoditas utama seperti gagal panen, bencana, atau kenaikan harga akan langsung berdampak pada pasokan pangan di meja makan masyarakat.
Maka dari itu, perlu dilakukan diversifikasi pangan agar ketahanan pangan terjaga dan ketergantungan pada satu komoditas dapat dikurangi.
Melansir dari laman Kemenkopangan, diversifikasi pangan adalah upaya untuk meningkatkan variasi jenis makanan yang dikonsumsi, sehingga tidak hanya bergantung pada satu jenis pangan pokok
Misalnya saja, kekayaan pangan lokal sumber karbohidrat dapat kita temukan dengan mudah mulai dari serealia seperti jagung, sorgum, dan jawawut, hingga umbi-umbian seperti ubi jalar, ganyong, gembili.
Dan tidak kalah penting, terdapat pula buah kaya pati seperti sukun serta sagu yang hingga kini masih kurang dimanfaatkan secara optimal.
Diversifikasi pangan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu diversifikasi horizontal dengan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas tertentu dengan penganekaragaman produksi dan konsumsi berbagai jenis bahan pangan lokal dan diversifikasi vertikal dengan pengembangan produksi setelah panen melalui pengolahan hasil pertanian.
Strategi mewujudkan diversifikasi pangan dapat tercapai mulai dari mendukung pertanian lokal dengan meningkatkan ketersediaan dan kualitas produk, mempromosikan pangan lokal melalui edukasi tentang manfaatnya yang lebih sehat dan terjangkau, inovasi produk pangan berbasis bahan baku lokal, seperti tepung singkong atau jagung, dan sosialisasi pentingnya diversifikasi pangan dan cara mengolah makanan yang beragam.
Yang tak kalah penting, kerja sama antar sektor, melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri pangan, menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan.
Penulis: Lutfiyah Salsabil
Editor : Bahana.