RADAR PURWOREJO - Prediksi kiamat yang akan terjadi pada tahun ini mulai beredar dan memicu kegelisahan publik.
Seiring maraknya bencana alam dan fenomena langka di bumi.
Narasi tersebut dikaitkan dengan pandangan fisikawan dari Universitas Illinois, Heinz, yang memprediksi kiamat melalui pendekatan matematika.
Melalui pendekatan tersebut ia memperkirakan kehancuran manusia akibat over populasi dan daya rusak yang diakibatkan oleh dirinya sendiri.
Isu-isu semacam ini bukan merupakan persolan yang pertama kali.
Banyak prediksi-prediksi ilmiah tentang kiamat yang pernah menyeruak, lalu menghilang pula seiring waktu.
Namun, bagi umat Islam, persoalan mengenai kiamat bukan sekedar kemungkinan, melainkan menyentuh wilayah akidah yang dipagari oleh Alquran.
Dalam Islam, Alquran menjelaskan peristiwa kiamat sebagai peristiwa pasti, namun waktunya hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Sebagaimana firman Allah SWT,
اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Innallāha ‘indahū ‘ilmus-sā‘ah(ti), wa yunazzilul-gaiṡ(a), wa ya‘lamu mā fil-arḥām(i), wa mā tadrī nafsum māżā taksibu gadā(n), wa mā tadrī nafsum bi'ayyi arḍin tamūt(u), innallāha ‘alīmun khabīr(un).
Artinya: "Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti".
Dalil ini menjadi rujukan utama, bahwa manusia yang memiliki kecerdasan tinggi pun tidak akan pernah bisa memprediksi kapan terjadinya kiamat.
Kiamat bukan kehancuran fisik semata, melainkan kehancuran jagat raya dan menandai dimulainya kehidupan akhirat, tempat seluruh amal perbuatan manusia dihisab.
Bukannya sibuk menunggu kedatangan hari kiamat, Islam justru menekankan persiapan spiritual dan tanggung jawab moral.
Bahkan, Nabi Muhammad SAW mengajarkan apabila seseorang memiliki benih dan mendengar kabar bahwa besok akan terjadi kiamat, maka ia harus tetap menanam benih tersebut.
Hal itu menegaskan, bahwa Islam tidak mengajarkan untuk menjadi penakut, melainkan memberi ajaran untuk terus berbuat baik hingga akhir hayat.
Oleh sebab itu, isu mengenai terjadinya kiamat tahun 2026 harusnya menjadi pengingat bagi umat manusia agar selalu berbuat baik, bukan malah justru sebagai ajang untuk menebar kecemasan. (Ahmad Yinfa Cendikia)
Editor : Meitika Candra Lantiva