PURWOREJO - Muhammad Rofiki, 21, santri Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo mendapat kesempatan berbagi ilmu dan pengalaman di Universitas Indonesia (UI). Dia diundang khusus sebagai praktisi untuk mengisi perkuliahan di Fakultas Vokasi UI.
Rofiki mengatakan, kedatangannya menjadi dosen tamu ini tidak lepas dari keseriusan menjadi seorang konten kreator. Dalam sesi perkuliahan tersebut dia membagikan pengalaman praktisnya sebagai konten kreator, khususnya dalam membangun akun Instagram yang fokus pada bidang literasi sejarah dengan pengikut kini mencapai 643 ribu. Hal ini yang membuat dosen pengampu tertarik mengundangnya. "Selama ini mahasiswa lebih banyak belajar teori. Saya diajak masuk kelas supaya mereka bisa melihat langsung pelaku atau kreatornya," ungkapnya Minggu (5/4).
Baca Juga: Rombongan Remaja Ketahuan Bawa Sajam di JJLS, Hanya Dua Remaja Berhasil Diamankan
Di hadapan mahasiswa semester 4, Rofiki menularkan ilmu pada mata kuliah Manajemen Produksi, Program Studi Sarjana Terapan Produksi Media. Selama sesi kuliah sekitar 1,5 jam, dia menjabarkan materi seputar konten kreatif, mulai dari proses perencanaan, produksi hingga implemetasi di berbagai platform media. Dia juga bercerita perjalanan membangun akun media sosial dalam waktu singkat hingga memiliki jumlah pengikut signifikan.
Rofiki mengaku, hadirnya ke UI tentu bakal menjadi pengalaman berharga. Terlebih lagi UI masuk dalam daftar universitas ternama di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antara kalangan akademisi dan praktisi cukup penting untuk menjembatani terkait kesenjangan antara teori dan praktik. "Penekanannya, dunia digital sekarang terbuka buat siapa saja. Tanpa terpaut latar belakang dan pendidikan," ujarnya.
Selain sebagai sosok santri, Rofiki sendiri tercatat sebagai mahasiswa semester 6 Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo. Disela kesibukan sebagai mahasiswa dan santri, dia aktif sebagai konten kreator dengan mengelola media sosial sebagai ajang edukasi kepada publik.
Pengalaman Rofiki mengisi bangku perkuliahan di UI mendapat respon positif dari dosen IAI An-Nawawi, Anwar Ma’rufi. Menurutnya, perjalanan Rofiki telaten dalam mengelola medsos hingga mampu menarik perhatian UI patut menjadi inspirasi bersama. "Dari tembok pesantren tidak ada yang mustahil," katanya.
Baca Juga: Belajar dari Pengalaman 2024, Pompanisasi dan Inovasi Tetes Jadi Senjata Hadapi Godzilla El Nino
Anwar menyatakan, kehadiran Rofiki di UI juga menunjukkan bahwa santri mampu berkontribusi dan berkompetisi di ruang digital. Dia yakin, ilmu sekaligus pengalaman yang dicurahkan dapat mengubah perspektif baru di kalangan mahasiswa terhadap industri digital yang berkebang semakin pesat. "Apa yang dilakukan Rofiki sepenuhnya kami dukung. Apalagi ini sudah membawa nama pesantren dan kampus," terangnya. (fid)