Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Punya Risiko Kerja Tinggi, Relawan Dapur Makan Bergizi Gratis di Purworejo Didorong Daftar BPJS

Muhammad Hafied • Sabtu, 23 Mei 2026 | 05:50 WIB
Pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) diberi pemahaman pentingnya pekerja atau relawan tercatat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). (Dokumentasi Prokopim Purworejo)
Pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) diberi pemahaman pentingnya pekerja atau relawan tercatat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). (Dokumentasi Prokopim Purworejo)

 

 

PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo terus berkomitmen memperkuat capaian Universal Health Coverage (UHC) guna menjamin akses kesehatan yang adil bagi seluruh warga. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan mendorong pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan seluruh pekerjanya terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Asisten I Sekretariat Daerah (Sekda) Purworejo, Ahmad Jainudin menegaskan, mobilitas tinggi dan keterlibatan banyak tenaga kerja di dapur MBG memerlukan perhatian khusus, terutama dari sisi perlindungan kesehatan.

"Langkah ini tidak hanya mendukung capaian program UHC daerah, tetapi juga memberikan jaminan perlindungan kesehatan yang optimal bagi seluruh tenaga yang terlibat aktif," ujar Ahmad saat sosialisasi program JKN bagi pekerja dapur MBG, Jumat (22/5).

Baca Juga: Dosen Predator FEBI UIN Solo Dinonaktifkan, Kembali Ancam Korban Ungkit Nilai Matkul Tak Lulus

Ahmad yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Purworejo mengungkapkan, berdasarkan pemantauan di lapangan, saat ini masih ditemukan pekerja dapur MBG yang belum mengantongi jaminan kesehatan. Menindaklanjuti hal tersebut, ia mengimbau para kepala dapur untuk segera menginventarisasi dan mengumpulkan data kepesertaan BPJS Kesehatan para pekerjanya.

"Data kepesertaan tersebut kami targetkan sudah dilaporkan paling lambat akhir Juni 2026," tegasnya.

Lebih lanjut, Ahmad memaparkan bahwa aktivitas para pekerja maupun relawan di dapur MBG memiliki risiko yang cukup tinggi. Mereka dituntut mengeluarkan tenaga ekstra karena harus mulai beroperasi sejak dini hari hingga proses distribusi makanan rampung, sehingga rentan mengalami gangguan kesehatan.

Baca Juga: Honda Community Yogyakarta Berbagi Inspirasi di Panggung Laki Code 2026

Senada dengan hal itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata mengingatkan bahwa kepesertaan program JKN bersifat wajib bagi seluruh warga negara sesuai amanat undang-undang.

"Kami berharap para relawan SPPG di Purworejo bisa segera terdaftar sebagai peserta JKN agar mereka mendapatkan rasa aman dan perlindungan yang pasti selama menjalankan tugas," tutur Dina.

Dina menambahkan, program MBG dan JKN sejatinya memiliki keterkaitan yang erat dan harus berjalan beriringan. "Keduanya merupakan fondasi penting dalam upaya bersama mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif," pungkasnya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#jkn #Makan Bergizi Gratis (MBG) #dapur MBG #Purworejo #uhc