PURWOREJO - Aksi tak senonoh dilakukan perangkat desa Desa Sidodadi, Kecamatan Kemiri bersama seorang perempuan di sebuah kedai di Jalan Pituruh-Brengkol, Purworejo. Peristiwa itu terungkap Minggu (24/5) siang setelah pekerja kedai menggerebek keduanya saat sedang asyik berbuat mesum di dalam toilet.
Detik-detik penggerebekan itu sempat direkam warga hingga video menyebar luas di media sosial. Dalam video beredar, warga mendapati seorang pria yang belakangan diketahui merupakan Sutiyo, 56, sedang bersama wanita paruh baya, Suyati, 43, di sebuah toilet kedai. Keduanya terlihat panik saat warga mencoba membuka paksa pintu toilet kedai. Setelah pintu berhasil dibuka, pasangan mesum itu terlihat tanpa mengenakan celana.
Baca Juga: Ditemukan Lima Stupa Candi, BPK Jateng Duga Desa Nepen Boyolali Bekas Permukiman Buddha Abad Ke-8
Pekerja kedai Gunawan, 29, mengungkapkan, aksi tak senonoh dapat terungkap setelah rekannnya merasa curiga dengan gerak-gerik pria tersebut. Kecurigaan semakin menguat ketika terdengar suara mencurigakan dari dalam toilet. Rekannya kemudian bersama pekerja lain mendekati toilet untuk memastikan keadaan.
Setelah dicek, mereka terkejut mendapati perbuatan pasangan mesum tersebut. "Awalnya teman saya mau salat. Merasa janggal pas lihat keduanya masuk ke toilet. Lama-lama kok ada suara mendesah, langsung digerebek," ungkapnya saat ditemui Radar Jogja, Jumat (29/5).
Gunawan mengatakan, aksi tak senonoh sebenarnya sudah dilakukan sejak keduanya sebelum masuk toilet. Saat itu, keduanya sempat terlihat tak malu bermesraan di tempat makan. Hal ini yang juga membuat pelanggan lain merasa risih atas perbuatan tak pantas itu. "Cutomer lain juga lapor ke kasir. Intinya itu kok ciuman dan pelukan vulgar banget," jelasnya.
Pemilik Kedai Bagus Dwihandika, 31, merasa dirugikan atas perbuatan yang dilakukan pasangan mesum tersebut. Aksi itu, tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun. Dia khawatir perbuatan mereka akan mengganggu iklim usahanya yang telah lama dirintis dengan susah payah.
Terkait penggerebekan oleh warga dan pekerjannya dinilai menjadi upaya agar tidak terjadi pembiaran atas perbuatan mesum, ia menyebut siapa yang mau tempat usaha terkesan buruk karena aksi mesum. "Hal-hal negatif ini yang tidak kami inginkan," ujarnya.
Kepala Dusun (Kadus) Megulungrejo, Desa Megulung Kidul Andi mengungkapkan, saat peristiwa terjadi sejumlah warga telah berkumpul di lokasi. Beruntung, polisi dengan cepat datang, sehingga aksi main hakim sendiri dapat terhindarkan.
Dia menyatakan, aksi mesum yang dilakukan perangkat desa itu otomatis telah mencoreng sektor usaha dan nama desanya. Dia bersama warga lain kini telah menyerahkan kasus tersebut kepada aparat kepolisian. "Kemungkinan kalau polisi tidak datang cepat, bisa dipukuli massa. Sekarang desa kami jadi sorotan, banyak warga perantauan tanya kejadian ini," bebernya. (fid/laz)