PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo memberikan pelatihan khusus kepada 32 aparatur sipil negara (ASN), Senin (8/6). Para ASN tersebut dilatih agar cakap dalam mengelola dan mengawasi terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selama empat hari, mulai tanggal 8 hingga 11 Juni 2026, mereka akan menjalani rangkaian bimbingan dan pelatihan mengenai optimalisasi PAD. Kegiatan tersebut berlangsung dengan menggandeng Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Yogyakarta. Adapun fokus pelatihan berkaitan pengawasan dan penggalian potensi retribusi.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan, pelatihan sengaja digelar sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas aparatur dalam mendukung optimalisasi PAD. Menurutnya, dibutuhkan ASN yang andal dalam memetakan potensi PAD sesuai ketentuan berlaku.
Oleh karena itu, perlu ASN yang memiliki pemahaman dan kemampuan teknis yang mumpuni. "Saya minta seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya," kata Yuli saat pembukaan pelatihan di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Senin (8/6).
Bagi Yuli, kegiatan yang berlangsung cukup penting karena dapat menjadi modal dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Ia menaruh harapan hasil dari pelatihan dapat diterapkan secara nyata.
Tujuannya untuk mendukung peningkatan kinerja perangkat daerah, terkhusus bagi perangkat daerah yang mengelola pendapatan daerah. "Pelatihan ini untuk menambah wawasan dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas," ujarnya.
Kepala Bidang Pengembangan SDM BKPSDM Purworejo Nathalia Wulandari menambahkan, pelatihan yang diberikan kepada 32 ASN tidak lain untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pengawasan dan penggalian potensi retribusi secara efektif.
Dengan begitu diharapkan optimalisasi capaian pendapatan daerah dapat terwujud. "Pelatihan ini sebagai respon terhadap kebutuhan strategis pemerintah daerah," ucapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo