PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo meresmikan rumah singgah di Kabupaten Sleman sebagai fasilitas penunjang bagi masyarakat yang tengah menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan wilayah DIY. Layanan ini disediakan secara gratis untuk meringankan beban pasien dan keluarga asal Purworejo selama masa perawatan.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan, rumah singgah menjadi suatu kebutuhan agar masyarakat yang sedang berobat rujukan tidak perlu repot mengeluarkan biaya untuk penginapan. Hadirnya rumah singgah tersebut tidak lain sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam upaya peningkatan layanan kesehatan masyarakat. "Semoga rumah singgah ini menjadi sarana bermanfaat dan semakin memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat," kata Yuli saat peresmian rumah singgah Kamis (25/6).
Rumah singgah yang baru saja diresmikan berlokasi di Gang Gambir Nomor 94C, Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Di sini, pasien maupun keluarga tak hanya bisa tinggal gratis. Persediaan makanan juga turut diberikan oleh Pemkab Purworejo. Sebab prinsip kehadiran rumah singgah ini, lanjut Yuli, adalah layanan sosial sebagai penunjang layanan kesehatan waga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purworejo Sudarmi menjelaskan, rumah singgah tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas yang dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi warga. Beberapa layanan meliputi 11 tempat tidur, terdiri dari empat tempat tidur khusus pasien anak, empat tempat tidur pasien perempuan, dan tiga tempat tidur pasien laki-laki. Dalam pengelolaannya, pemerintah daerah juga menggandeng organisasi yang selama ini fokus di bidang sosial. "Rumah singgah ini diharapkan dapat mendekatkan pasien dengan layanan kesehatan," katanya.
Ia mengungkapkan, penyediaan rumah singgah merupakan bagian dari implementasi visi dan misi kepala daerah melalui Program Pitulungan. Selain rumah singgah, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 80 miliar untuk mendukung program jaminan kesehatan daerah. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova