RADAR PURWOREJO - Festival Layang-Layang Nasional 2026 akan berlangsung di Pantai Ketawang, Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, pada 4-5 Juli 2026.
Dimulai pada pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Festival yang ke-10 ini menjadi salah satu agenda pariwisata unggulan Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar).
Tahun ini festival akan diikuti oleh 31 tim, terdiri dari 27 tim domestik dan 4 tim internasional.
Baca Juga: Menjelajahi Serpihan Surga: 8 Rekomendasi Wisata Alam Terbaik di Kebumen
Peserta domestik berasal dari berbagai provinsi, mulai dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, sementara peserta mancanegara datang dari Singapura, Malaysia, Jepang, dan Prancis.
Kompetisi ini mempertandingkan berbagai kategori layang-layang, mulai dari jenis tradisional, dua dimensi, tiga dimensi, train naga, sport kite, hingga balloon kite.
Penyelenggaraan teknis lomba kembali digandeng ke Komunitas Pelayang Indonesia (Pelangi), yang menangani persiapan, penilaian, hingga penentuan juara di setiap kategori.
Pada hari kedua, Bupati dan Wakil Bupati Purworejo beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dijadwalkan ikut menerbangkan layang-layang bersama para peserta.
Baca Juga: BMKG Yogyakarta Ingatkan Bahaya Hipotermia, Suhu Terdingin Bisa Capai 17 Derajat Celcius
Sebelum sesi tersebut, digelar penampilan tari Cingpoling secara massal oleh pelajar dari wilayah Grabag.
Pada penyelenggaraan tahun lalu, 2025, festival ini tercatat menarik lebih dari 17.000 pengunjung dalam dua hari pelaksanaan.
Panitia berharap jumlah kunjungan tahun ini meningkat, mengingat dampaknya terhadap perputaran ekonomi warga sekitar.
Yang terdampak mulai dari pedagang, pelaku UMKM, hingga pengelola homestay di Desa Ketawangrejo.
Baca Juga: BMKG Yogyakarta Ingatkan Bahaya Hipotermia, Suhu Terdingin Bisa Capai 17 Derajat Celcius
Menjelang pelaksanaan, panitia turut berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan otoritas Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) karena lokasi festival berada di jalur penerbangan, serta dengan kepolisian dan TNI untuk aspek keamanan.
Waktu pelaksanaan awal Juli juga mempertimbangkan rekomendasi BMKG terkait musim kemarau yang mendukung aktivitas penerbangan layang-layang.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, panitia bersama Pemerintah Desa Ketawangrejo dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menyiapkan katong parkir tambahan di beberapa titik sebelum kawasan Pantai Ketawang.
Pengunjung disarankan menggunakan kendaraan roda dua untuk memudahkan akses.
Tarif masuk dan parkir diperkirakan sama seperti tahun sebelumnya, yakni Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil.
Editor : Meitika Candra Lantiva