PURWOREJO - Pembangunan jalur penyelamat darurat (JPD) di ruas Jalan Bener-Maron tepatnya di turunan curam Kalijambe telah dimulai.
Warga setempat mendukung penuh proses pembangunan JPD karena di lokasi tersebut telah banyak menimbulkan korban jiwa akibat kecelakan lalu lintas.
Ketua RT 03/ RW 04, Padukuhan Sorogenen, Desa Kalijambe Iskandar menyambut positif keberadaan JPD. Dia menilai pembangunan jalur darurat tersebut sebagai langkah tepat guna mengurangi potensi kecelakaan yang kerap terjadi.
Baca Juga: Krisis Siswa! Empat SD Terpaksa Digabung, Mayoritas Masih Bertahan tapi Terancam
Menurutnya keberadaan JPD memang telah lama dinanti warga sebagai solusi bagi kendaraan yang mengalami gangguan fungsi pengereman ketika melintas di jalur menurun tersebut. "Sudah sedikit lega. Di sini rawan banget. Tau-tau dikabari ada kecelakaan, begitu terus," ucapnya saat ditemui Radar Jogja, Minggu (12/7/2026).
Dia mengungkapkan, titik turunan curam yang tak jauh dari tugu perbatasan antara Purworejo-Magelang itu memang dikenal sebagai jalur tengkorak. Selama bertahun-tahun warga kerap menyakiskan insiden kecelakaan.
Bahkan, tak sedikit dari rentetan peristiwa kecelakaan itu hingga berujung korban jiwa serta menimbulkan kerugian materiil.
"Intinya warga sepakat dan mendukung. Ada musyawarah sampai tingkat kecamatan," jelas Iskandar.
Baca Juga: KPK Amankan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam OTT Dugaan Pemerasan
Warga setempat Kusno, 55, menilai keberadaan JPD merupakan langkah penting menyangkut keselamatan lalu lintas. Di samping itu juga modal memberikan rasa aman bagi warga yang bertempat tinggal di pinggir jalur tersebut.
Saking banyaknya insiden, dia pun tak menghitung berapa banyak jumlah korban jiwa akibat kecelakaan di turunan curam Kalijambe.
"Mayoritas berujung fatal. Biasaya truk rem blong bablas ke bawah," bebernya.
Dia mengungkapkan, rerata peristiwa kecelakaan selama ini akibat para sopir kendaran berat tidak hafal dengan medan jalan.
Mereka tak kuasa mengendalikan laju kendaraan, baik kondisi menurun maupun menanjak hingga akhirnya berujung kecalakaan. Selain pembangunan JPD, baginya perlu upaya lain untuk menekan angka kecelakaan.
Seperti penegakan aturan lalu lintas dan edukasi agar sopir memastikan kondisi prima ketika melintas di jalur tersebut.
"Jalur darurat buat antisipasi saja. Misal masih banyak kendaraan kelebihan muatan lewat, ya tetap rawan," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Proyek JPD Kalijambe Masrifan Rafian Ahmad menjelaskan, pekerjaan JPD baru saja dimulai pekan lalu dengan kontrak pekerjaan selama enam bulan atau 180 hari kerja.
Di bulan pertama pekerjaan akan fokus pada alinyemen jalan atau garis sumbu jalan. Setelah itu bergeser pada bidang jalur penyelamat.
Secara konstruksi, jalan eksisting yang kini digunakan untuk lalu lintas kendaraan bakal difungsikan sebagai JPD. Sedangkan jalur utama akan digeser ke sisi kanan jalur penyelamat dengan kemiringan lebih landai.
Adapun total panjang jalan yang dikerjakan 850 meter dengan lebar JPD 6 meter dan jalan pengganti 7 meter.
"Target kami Desember 2026 sudah selesai. Sekarang baru tahap awal dulu," tambahnya. (fid/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita