RADAR JOGJA - Kabupaten Purworejo berhasil menyandang predikat terbebas dari malaria setelah berjuang selama 26 tahun. Status ini ditandai dengan penerimaan sertifikat Eliminasi Malaria pada puncak peringatan Hari Malaria Sedunia di Gedung Prof dr Sujudi Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (28/7).
Penghargaan status daerah terbebas dari malaria ini diraih dengan perjuangan dan perjalanan panjang. Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Purworejo Budi Susanti mengatakan, sebelum penghargaan diberikan, Kabupaten Purworejo menjadi satu-satunya daerah di wilayah Jawa dan Bali yang dinyatakan belum terbebas dari malaria. "Sudah usaha 26 tahun, baru tercapai tahun ini," bebernya.
Baca Juga: Cetak Sejarah! Purworejo Resmi Lepas Predikat Daerah Endemis Malaria Terakhir di Jawa-Bali
Ia mengungkapkan, pada 2021 Pemkab Purworejo telah bersiap diri untuk menjalani penilaian dari kementerian. Namun begitu, di saat yang sama temuan kasus penularan malaria di Purworejo terus meningkat. Kondisi ini yang membuat pemkab gagal melakukan penilaian. Sejak itu pemkab berjibaku untuk menekan angka penularan malaria.
Berbagai upaya intervensi dilakukan pemkab demi program eliminasi malaria. Kerja keras itu kemudian berbuah hasil. Tepat pada 2023 pemkab berhasil meraih status bebas dari malaria.
Dijelaskan Budi, syarat menerima Sertifikat Eliminasi Malaria adalah tiga tahun berturut-turut dengan indikator tidak ada kasus malaria penularan setempat. "Mulai bebas malaria pada Maret 2023. Kami mengajukan penilaian di bulan Maret tahun 2026," jelasnya.
Penghagaan eliminasi malaria untuk Kabupaten Purworejo diberikan langsung Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Dalam pertemuan ini, Bupati Purworejo Yuli Hastuti juga turut menandatangani komitmen bersama terkait pemeliharaan daerah dalam eliminasi malaria.
Dalam paparannya, Wamenkes Dante menyatakan kasus malaria masih menjadi permasalahan serius di tingkat global. Di Indonesia sendiri pada tahun 2025 terdapat 700 ribu temuan kasus malaria dengan 120 angka kematian. Artinya, setiap tiga hari terdapat satu kematian akibat malaria. Kementerian Kesehatan juga akan mendorong setiap daerah mampu bersinergi dalam mendukung Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025-2045.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti menegaskan komitmennya untuk terus mampu mempertahankan status eliminasi malaria. Berbagai langkah strategis telah disiapkan guna mendukung program itu, di antaranya memperkuat inovasi, monotoring, deteksi dini serta pemberdayaan masyarakat. "Sertifikat ini bukan akhir dari perjuangan. Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan dan respons cepat," ungkapnya. (fid/laz)
Sumber : Radar Jogja