PURWOREJO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purworejo menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) senilai total Rp 269 juta. Bantuan yang bersumber dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tersebut menyasar masyarakat kategori miskin.
Ketua Baznas Kabupaten Purworejo Fatkhurohman mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari komitmen Baznas membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan. “Dana Rp 269 juta dibagi untuk 35 penerima manfaat atau mustahik," ungkapnya Sabtu (9/8).
Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Raih Community Advisor Kategori Sport Class Di AHSRIC
Fatkhurohman menambahkan, Baznas akan terus berupaya konsisten menyalurkan bantuan RTLH kepada masyarakat yang membutuhkan. Sinergi antara pengelola zakat dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan, hunian layak merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, dia mengapresiasi langkah Baznas yang konsisten membantu penanganan rumah tidak layak huni.
Menurutnya, persoalan RTLH tidak dapat ditangani pemerintah daerah sendirian. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas, diperlukan agar semakin banyak keluarga dapat memiliki tempat tinggal yang layak.
"Bantuan yang disalurkan ini tentu sangat berarti bagi penerima," ucapnya saat penyaluran bantuan RTLH secara simbolis di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Purworejo.
Yuli menilai, program tersebut sangat dinantikan masyarakat yang terkendala kondisi ekonomi dan tidak mampu memperbaiki rumah secara mandiri. Dukungan Baznas dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan RTLH di Purworejo.
Baca Juga: Tanam 20 Ribu Mangrove, Menumbuhkan Ketahanan Ekosistem Pesisir
"Bantuan ini sekaligus wujud nyata kepedulian dan gotong royong," bebernya.
Dia berharap, bantuan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga berdampak terhadap kualitas hidup keluarga penerima. Hunian yang telah diperbaiki juga diminta dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
"Bukan sekadar tempat untuk berteduh, tetapi juga menjadi tempat keluarga tumbuh dan menjalani kehidupan," ujarnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova