PURWOREJO – Program bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Purworejo belum berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan para pengayuh becak. Meski lebih hemat tenaga, para penerima bantuan justru mengeluhkan makin sepinya calon penumpang.
Seorang pengayuh becak di Jalan Pemuda, Purworejo, Tukiman (57), mengaku jam kerjanya kini lebih banyak habis untuk menunggu penumpang di pangkalan ketimbang mengantar pelanggan.
"Sepi banget. Cuma nunggu saja, tapi jarang yang pakai," ujar Tukiman saat ditemui, Kamis (13/8/2026).
Tukiman menyebutkan, pendapatan harian dari narik becak kini makin tidak menentu. Hingga Kamis siang, ia bahkan belum mendapatkan satu pun penumpang. Ia berharap ada kenaikan jumlah penumpang saat momentum peringatan HUT ke-81 RI mendatang.
Kondisi serupa dialami Sumar (57). Menurutnya, penurunan jumlah penumpang terjadi akibat makin banyaknya pilihan moda transportasi modern. Sumar mencatat pendapatannya kini rata-rata hanya Rp30 ribu per hari, bahkan kerap tidak mendapatkan uang sama sekali.
Baca Juga: Uang Pendaftaran Lomba Agustusan untuk Hadiah Ternyata Bisa Haram, Begini Penjelasan dari MUI
Meski demikian, Sumar menilai becak listrik yang diterima sejak akhir 2025 tersebut tetap membantu secara teknis karena tidak menguras tenaga. Namun, kelemahan utama kendaraan ini terletak pada ketergantungan daya baterai.
"Pengisian daya butuh waktu sekitar 6 jam untuk jarak tempuh 60 kilometer. Kalau baterai habis di jalan, ya harus digenjot manual," kata Sumar. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo