PURWOREJO - Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di Kabupaten Purworejo mengalami penurunan. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena kedua indkator tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Purworejo Stephanus Aan Isa Nugroho menyampaikan, merujuk data tahun 2025 IPLM Kabupaten Purworejo masuk kategori rendah, posisinya berada di angka 9,36 atau turun dari capaian tahun 2024. Demikian pula dengan TKM tahun 2025 di angka 56,83 dan di tahun 2024 di angka 70,24. "Kegiatan festival literasi ini menjadi salah satu upaya yang tepat untuk meningkatkan minat baca," jelasnya saat pembukaan Festival Literasi Purworejo, Jumat (14/8).
Baca Juga: Tiga Pemuda asal Klaten Diamankan Usai Diamuk Warga di Purwomartani, Sleman
Aan mengatakan, festival yang akan berlangsung selama 11 hari pada 14-24 Agustus 2026 itu sebagai ikhtiar menguatkan budaya literasi masyatakat. Festival yang digelar di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Purworejo itu juga bagian dari kampanye agar masyarakat melek literasi. "Ke depan diharapkan dapat meningkatkan capaian IPML dan TKM di Purworejo," terangnya.
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menegaskan, merosotnya indikator IPLM dan TKM perlu menjadi pekerjaan rumah bersama. Dia meminta, upaya peningkatan minat baca masyarakat ke depan bukan hanya tanggung jawab dinas terkait, tetapi juga tugas lintas sektoral di Kabupaten Purworejo. "Dan ini bisa kita capai ketika OPD lintas sektoral bisa bekerjasama juga, tidak hanya Dinpusip saja," ujarnya.
Baca Juga: Respons Aspirasi GPM, Wali Kota Hasto Wardoyo Cek Langsung Penataan Pedagang di Ngampilan
Pada kesempatan itu, Dion turut mengapresiasi penandatanganan kerjasama antara Dinpusip dan Dindikbud Purworejo menyangkut budaya literasi. Menurutnya, bentuk kolaborasi sebagai langkah nyata lintas sektor dalam upaya meningkatkan minat baca sejak dini.
Lebih lanjut, Dion juga mendorong keterlibatan masyarakat khususnya orang tua untuk meningkatkan minat baca di kalangan anak sejak dini. Caranya melalui arahan, bimbingan dan keteladanan. Lewat festival literasi yang digelar dia berharap dapat ikut menumbuhkan kesadaran bagi orang tua dan anak-anak di Purworejo untuk mulai gemar membaca. "Karena saya percaya, dari membaca inilah akan membuka khazanah keilmuan dan membuka sudut pandang kita," katanya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Nova