PURWOREJO - Ketua DPRD Purworejo Tunaryo menyebut ketimpangan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah di Purworejo. Potret pemerataan pembangunan menurutnya belum tercermin, utamanya di wilayah perbatasan daerah.
Tunaryo melihat, pemerataan pembangunan di Purworejo belum sepenuhnya terwujud. Akselerasi program pembangunan dinilai belum mampu menjangkau hingga wilayah perbatasan.
Oleh karena itu, DPRD akan terus mendorong keberadaan desa di ujung kabupaten dapat segera tersentuh program pembangunan secara optimal. "Adil bukan berarti sama, tapi kami ingin fokus di daerah pengembangan," ungkapnya, Selasa (18/8).
Baca Juga: Upacara Kemerdekaan di UMY: Dari Penguatan Daya Saing Global Hingga Apresiasi Mahasiswa KKN di NTT
Dia menyebut, salah satu kecamatan yang perlu mendapat perhatian lebih adalah Kecamatan Bruno. Bagi Tunaryo, kecamatan tersebut berpeluang menjadi penyangga sektor pariwisata Purworejo karena menyimpan begitu banyak potensi. Dia optimis kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonosobo itu dapat dijadikan kawasan wisata.
Kendai begitu, kembali lagi, butuh adanya intervensi dan kesamaan persepsi agar Kecamatan Bruno menjadi magnet wisata. Dia pun membandingkan kondisi infrasruktur di wilayah perbatasan Kabupaten Wonosobo yang kini cukup memadai. "Kami mendorong Kecamatan Bruno digenjot untuk pembangunan," bebernya.
Dijabarkan, beberapa potensi wisata yang berpeluang naik kelas di Kecamatan Bruno salah satunya kawasan Curug Muncar. Titik wisata itu selama ini selalu menarik perhatian wisatawan, apalagi sekarang sudah didukung untuk aktivitas olaraga paralayang.
Disamping itu, keberadaan destinasi wisata yang ada juga perlu dikelola dengan manajemen yang mumpuni. "Paralayang di Curug Muncar itu pesertanya sudah sampai tingkat mancanegara," jelasnya.
Tunaryo meminta agenda pariwisata tingkat kabupaten ke depan agar diarahkan di Kecamatan Bruno. Dia berharap lewat konsep pariwisata yang tertata dengan baik dapat mebwa dampak bagi perputaran ekonomi daerah.
Sekretaris Komisi III DPRD Purworejo Dwi Hartati menegaskan pentingnya dinas terkait mampu mengambil peluang untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia meminta dinas pengampu pajak dan retribusi lebih serius dalam mengejar target capaian PAD. "Kami sudah petakan, mana saja yang potensi. Juga evaluasi berkala PAD, entah itu dari parkir, pariwisata dan sebagainya," katanya. (fid)
Editor : Heru Pratomo