PURWOREJO – Pembangunan Jalur Penyelamat Darurat (JPD) sekaligus penataan turunan curam Kalijambe di ruas Jalan Purworejo-Magelang memasuki bulan kedua pengerjaan.
Proyek ini difokuskan untuk membuat tingkat kecuraman jalan menjadi lebih landai guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Pelaksana Proyek JPD Kalijambe, Masrifan Rafian Ahmad, menjelaskan bahwa penataan berfokus pada dua area utama, yakni pembangunan JPD dan perbaikan jalur eksisting (jalan utama). Pada jalur eksisting, penyesuaian dilakukan pada alinyemen jalan untuk mereduksi tingkat kemiringan.
Baca Juga: Desil Warga Lendah, Kulon Progo Naik Drastis, Khawatir Beasiswa Anak Jadi Taruhan
"Kami melakukan perbaikan alinyemen. Sebelumnya tingkat kemiringan jalan mencapai 14 persen, kini diperbaiki menjadi 9 persen," ujar Masrifan saat ditemui di lokasi proyek, Minggu malam (24/8/2026).
Menurutnya, kemiringan 14 persen pada titik tersebut tergolong ekstrem dan kerap memicu kendaraan berat mengalami rem blong hingga hilang kendali. Melalui penataan ulang ini, turunan dirancang menjadi tiga lajur—dua lajur untuk pendakian dan satu lajur untuk turunan—sehingga kendaraan yang menanjak maupun menurun dapat melintas lebih mudah.
Sementara itu, fasilitas JPD dibangun sepanjang 100 meter menggunakan jalur lama dengan elevasi 8 persen. Fasilitas ini dirancang memiliki ketinggian hingga 14 meter dan dilengkapi material gravel sepanjang 70 meter sebagai peredam laju kendaraan yang mengalami rem blong.
Baca Juga: Dolalak Purworejo, Tarian Khas yang Tak Lekang Oleh Zaman
Untuk menghindari kemacetan lalu lintas, pengecoran beton pada jalan utama diselesaikan pada malam hari. Masrifan menyebut progres fisik proyek saat ini mengalami surplus 13 persen dari target. Jalan utama ditargetkan sudah bisa dilalui kembali pada pertengahan September 2026 sebelum pengerjaan difokuskan penuh pada area JPD. Seluruh rangkaian proyek ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Penataan di titik rawan kecelakaan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Salah seorang warga setempat, Apriliano (32), mengaku lega atas terealisasinya pembangunan yang sudah sejak lama diusulkan warga tersebut.
"Kami sangat lega karena turunan ini sering memakan korban jiwa. Harapannya, pembangunan ini benar-benar bisa menekan angka kecelakaan yang berulang di Kalijambe," ungkapnya.
Editor : Heru Pratomo