PURWOREJO - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberikan peringatan tegas agar bantuan pangan dari pemerintah tidak diperjualbelikan.
Hal ini disampaikan saat penyaluran bantuan pangan berupa beras di Gedung Serbaguna Desa Bedono Pageron, Kecamatan Kemiri, Purworejo, Jumat (25/9).
Rizal menyatakan, bantuan beras dari pemerintah bersifat stimulus. Semua dibagikan untuk membantu kebutuhan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, tidak dibenarkan jika penerima manfaat mencari keuntungan dari bantuan beras dengan cara menjualnya kembali.
Baca Juga: Prabowo Minta Persiapan Kuliah Gratis di PTN Dipercepat, Pemerintah Hitung Kebutuhan Anggaran
"Intinya bantuan ini disalurkan kepada warga sesuai data. Dengan catatan tidak boleh dijual belikan," tegasnya dihadapan penerima manfaat.
Rizal mengatakan, Bulog sebagai kepanjangan tangan pemerintah tidak menoleransi jika penerima manfaat terbukti memperjualbelikan beras bantuan pemerintah. Penegasan ini sebagai komitmen agar bantuan pangan tepat sasaran.
Dia pun memastikan bantuan yang disalurkan telah sesuai ketentuan dengan merujuk data Desil 1-4. "Kalau ada yang ketahuan, tidak dapat lagi. Bisa diproses karena melanggar," jelasnya.
Baca Juga: Begini Daftar Tuntutan Demo Buruh di Jakarta 24 September 2026
Bulog, kata Rizal, memiliki tanggung jawab menjaga ekosistem pangan nasional, mulai dari hulu ke hilir. Pihaknya juga memegang peran strategis dalam menyerap hasil panen para petani.
Di samping itu juga mengelola serta menjaga kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Langkah ini dilakukan tak lain untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Rizal menyebut, pada kesempatan itu Perum Bulog menyalurkan bantuan beras periode Juli-September sebanyak total 7.860 kilogram. Bantuan diberikan kepada 262 penerima manfaat dengan pembagian masing-masing 30 kilogram.
Baca Juga: Bobol Bengkel di Sidoharjo Wonogiri, Komplotan Spesialis Pencuri 21 Ban dan Laptop Diringkus Polisi
Adapun alokasi bantuan pangan beras secara keseluruhan di Purworejo mencapai 3.118 ton. Bantuan tersebut telah disalurkan kepada 103.950 penerima yang tersebar di 16 kecamatan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo Bagas Adi Karyanto mengungkapkan, bantuan pangan berupa komoditi beras tentu membawa manfaat bagi masyarakat. Dia menaruh harapan agar bantuan tersebut terus berkesinambungan dengan menjaga aspek kualitas, kuantitas dan tepat sasaran.
Menurutnya, program bantuan pangan bukan hanya membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan beras. "Bantuan ini bertujuan mengurangi beban sekaligus mengurangi kerawanan pangan dan penanganan inflasi," katanya. (fid)
Editor : Heru Pratomo