Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Hartanto Jagonya Restorasi Motor

Administrator • Selasa, 2 Februari 2021 | 04:35 WIB

Radar Purworejo Keahlian itu mahal harganya. Hal itu dibuktikan Hartanto, 30, warga Dusun Krajan, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing. Hartanto yang hanya bermodal belajar secara otodidak, kini mampu bertahan sukses mengembangkan usaha restorasi motor di tengah masa pandemi Covid-19.
Ia membuka bengkel restorasi motor di pelosok pedesaan. Namun seperti mutiara. Namanya terkenal ke mana-mana. Kendati berada di pegunungan, banyak pelanggan yang tahu dan datang kepadanya. Mereka menyerahkan motornya untuk digarap Hartanto agar penampilannya jadi beda.

Nama Hartanto di dunia kontes restorasi sepeda motor memang tak  asing lagi. Dia kerap menyabet kejuaraan untuk sejumlah kontes sepeda motor garapan. "Ini saya masih menggarap bekas motor yang terbakar, rencana akan saya restorasi," katanya, kemarin (22/1).
Dijelaskan, sebelumnya ia membuka bengkel restorasi sepeda motor di bilangang Ganggeng, Purworejo. Hingga akhirnya memilih pulang ke tempat kelahirannya di Somongari Kaligesing. Dia membuka bengkel yang sama dengan nama Mangun Paint dan Airbrush. Diakuinya, kalau piala yang dimiliki tidak banyak. Namun piagam yang banyak. Sebab dalam kontes modifikasi biasanya dia hanya menggarap sepeda motor milik orang. “Jika memang pialanya diminta oleh pemilik motor dan saya cukup piagamnya saja," jelasnya.
Menurutnya, untuk restorasi dia belajar secara otodidak, baik dalam cara mencampur cat, mengaduk dan penyemprotan atau spray. Berikut juga teknik mengamplas, mendempul, dan finishing. Bicara kontes ada beberapa kelas, di antaranya strip racing cat polos, variasi striping dan airbrush. "Lulus sekolah 2008 saya sempat merantau sampai 2011, dan mulai ikut kontes sejak 2015," ucap bapak satu anak ini.

Disinggung pandemi Covid-19, Hartanto mengaku semua merasakan dampaknya. Namun ia beruntung masih banyak pelanggan yang mencatat kontak teleponnya. Sehingga masih banyak yang datang ke Somongari kendati tempatnya jauh.
"Kebanyakan motor, karena komunitasnya lebih banyak, tetapi ada juga mobil. Untuk restorasi saya pasang tarif Rp2,5 juta. Kalau airbrush antara Rp 4 juta - Rp 7 juta tergantung motifnya," ucapnya.

Ditanya soal kendala, restorasi ternyata cukup bergantung dengan cuaca. Untuk pengerjaan normal (tidak ada hujan, Red) satu unit sepeda motor bisa diselesaikan dalam waktu tiga minggu. Bahan baku cat diambil dari lokal, untuk karbon harus mencari di Jogjakarta.
Restorasi paling banyak motor CB, dan saat ini yang masih trend yakni garapan restorasi Yamaha Fiz R dan RX King. Diakuinya, kalau order setiap hari ada. Tidak hanya restorasi, ada juga pengecatan helm atau sepeda. “Pelanggannya lokal hampir dari seluruh Purworejo. Kalau luar daerah ada yang dari Lampung," katanya. (tom/din) Editor : Administrator
#Mengenal Owner Mangun Paint dan Airbrush