Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tak Malu Pungut Biji Alpukat saat Berdinas

Administrator • Rabu, 3 Februari 2021 | 01:14 WIB
Photo
Photo
Radar Purworejo Sesuai dengan namanya, Iptu Kuwat, 55, warga Desa Gesikan, Kecamatan Kemiri, ini sering dipanggil The Strong Police. KBO Satlantas Polres Purworejo ini memiliki hobi berkebun, tidak heran jika rumah tempat tinggalnya rimbun hijau lengkap dengan berbagai macam tanaman.

Suara gemericik air dan lambaian daun-daun tersapu angin itu sungguh menenangkan jiwa. Pohon jeruk, mangga, jambu, kedondong berdiri rukun dekat taman bunga “bercengkerama” dengan empon-empon yang tumbuh bersisian.

Suasana semakin lengkap dengan riuh suara burung, kecupak ikan lele dan gurami di kolam artifisial yang apik di sisi selatan rumah. Begitulah sekilas gambaran suasana rumah bapak enam anak ini.

Dia mengaku memang hobi berkebun sejak dulu, saat berdinas di Aceh hingga pulang ke kampung halaman di Purworejo. tanaman. “Kebetulan istri saya juga senang bunga, habislah waktu kami di kebun," ucap suami dari Yuli Handayani, 44, kemarin (18/11).

Jauh hari, sebelum pandemi Covid-19 datang dan booming tanaman bunga terjadi seperti saat ini. Kegigihannya dan kecintaannya merawat tanaman sudah tidak diragukan lagi. Hingga akhirnya mencuri perhatian Tim Penggerak PKK Kecamatan Kemiri.

"Saya tidak tahu ada tim dari kecamatan datang, bilang cocok untuk contoh program Tanaman Gizi Keluarga (Taga) dan Tanaman Obat Keluarga (Toga), katanya masuk untuk program ketahanan pangan dan rumah sehat ramah pandemi," katanya.

Tapi benar saja, siapa yang datang ke rumah The Strong Police ini akan dibuat betah dan mungkin enggan pulang, beraneka macam flora di halaman rumah itu sungguh memanjakan mata.

Masih kurang puas, bisa geser ke bagian belakang rumah. Di sana juga sudah mirip seperti “kebun binatang”.Semua jenis unggas (bebek, entok, ayam) ada, burung dan beragam jenis ikan semua ada.

"Pagi sebelum berangkat biasanya saya cari keringat dulu di halaman, saya memang usil orangnya (tidak betah berdiam diri), sepulang dina juga sama, mencangkul, menyiram tanaman itu sudah menjadi keharusan, apalagi hari libur (minggu) ramai dengan anak anak dan istri," ucapnya.

Hingga pandemi terjadi, Iptu Kuwat menganggapnya sebagai sebuah ujian sekaligus keberuntungan. Ya! karena dia sudah tidak perlu pusing untuk mencari asupan vitamin C. yang dibutuhkan untuk menambah imun tubuh dari ancaman virus korona. Semua nyaris ada di halaman rumahnya. "Saya punya pohon jeruk lemon 40 batang, setiap hari saya minum lemon hangat, itu jurus jitu saya melawan korona," selorohnya.

Stay at home tentu sebuah imbauan yang sangat mudah untuk dilakukan Iptu Kuwat beserta keluarga yang lebih suka tinggal di rumah merawat tanaman yang begitu banyak itu. "Sudah hampir setahun kami jarang pergi, menghabiskan waktu di rumah merawat tanaman. Sekali pergi melihat ada pohon yang saya belum punya, langsung beli, sejak dulu saya memang begitu," ujarnya.

Satu demi satu berbagai jenis tanaman itu dibawa pulang untuk melengkapi koleksi tanaman di halaman rumah indahnya. "Sempat ada yang tanya, habis berapa belanja tanaman sebanyak ini? Ya kalau beli sekali puluhan juta. Tetapi saya kan belinya satu per satu, nyicil,” selorohnya lagi.

Urusan berburu bibit tanaman, ia tidak pernah malu untuk memungut atau meminta biji alpukat untuk kemudian ditanam dan diokulasi menjadi bibit alpukat kualitas super. Setiap warung jus buah, itu menjadi target Iptu Kuwat untuk diminta atau dibeli biji alpukat-nya.

"Pertama tanaman yang saya bibit memang alpukat, masih pakai seragam datang ke warung jus meminta atau membeli biji alpukat dari pada dibuang itu sudah biasa saya lakukan, saya tidak malu," ujarnya.

Disinggung kecintaannya dengan tanaman hortikultura bukan tanpa alasan, dia menilai pohon-pohon produksi bahan bangunan sudah mulai tergeser dengan baja ringan dan sejenisnya. Sedikit demi sedikit kayu produksi akan tergantikan dengan baja ringan. itu yang membuat Iptu Kuwat lebih suka menanam tanaman holtikultura (buah-buahan).

"Pohon alpukat, mangga, manggis atau durian itu sayang kalau ditebang, karena bisa menghasilkan pemasukan ekonomi keluarga. Maka sengaja saya penuhi halaman rumah seluas 1.500 meter persegi ini dengan tanaman hortikultura," ujarnya..

Istri Iptu Kuwat, Yuli Handayani menambahkan, sebagai seorang istri anggota polisi, dia mendukung penuh hobi suaminya. Sudah masuk dalam rencana, saat kelak menginjak masa tua di mana anak-anak sudah tumbuh dewasa dan berumah tangga. "Rumah sederhana yang hijau sejuk ini akan tetap menjadi surga bagi kami," ucapnya. (tom/din)

HENDRI UTOMO, Kemiri, Radar Purworejo Editor : Administrator
#Iptu Kuwat The Strong Police #Iptu Kuwat