Gerobak Cinta. Itulah nama inovasi yang digagas Pemdes Krandegan, Kecamatan/Kabupaten Purworejo. Inovasi ini dimaksudkan untuk membantu perekonomian warga sekitar. Gerobak diletakkan di depan rumah Kepala Desa Krandegan Dwinanto.
Gerobak Cinta adalah salah satu langkah kecil membantu warga memasarkan produknya. "Untuk sementara yang dijajakan adalah snack, makanan ringan. Nanti akan bertahap ke produk yang lain," ujar Dwinanto kepada Radar Purworejo Jumat (5/3).
Gerobak Cinta mulai dioperasikan Jumat (5/3). Snack yang dijajakan merupakan hasil produksi warga. Khususnya, ibu-ibu. Ada aneka kue tradisional, bermacam sate, puding, dan sebagainya.
"Snack yang ada dalam gerobak ini adalah hasil produksi warga Desa Krandegan, yang kemudian kami tampung dan bantu menjualkannya," sambung dia.
Dwinanto menyebutkan, gerobak itu penuh cinta sehingga dinamai Gerobak Cinta. "Di mana bukti cintanya? Selama masa promo ini jika snack tidak habis (terjual), akan dibeli oleh pemerintah desa. Ada subsidi di situ. Syukur bisa habis, bahkan kurang," ungkapnya.
Gerobak Cinta buka mulai pukul 06.00 hingga produk dagangan habis. "Ini alhamdulillah, belum tengah hari jajanan sudah habis," ujar Dwinanto.
Dia berharap kegiatan ini terus berlanjut hingga masa depan. Dengan demikian, warga bisa terbantu dan perekonomian menjadi semakin membaik meski di tengah pandemi virus korona (Covid-19).
Dwinanto berharap warga terus memanfaatkan fasilitas tersebut. Ini agar program Gerobak Cinta terus berkembang.
Seperti diketahui, sebelumnya Pemdes Krandegan memunculkan sejumlah inovasi. Di antaranya, merilis aplikasi Ngojol, Si Polgan, dan Toko Desaku. Bahkan, untuk memunculkan jiwa sosial dan gotong royong warga di tengah pandemi Covid-19, pemdes mengadakan Pasar Bergerak.
"Untuk saat ini (Pasar Bergerak) belum berjalan lagi. Fokus ke pasar online. Insyaallah pasar bergerak, ada lagi, saat Ramadan," katanya beberapa waktu lalu. (han/amd) Editor : Administrator