Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Lebih Dekat dengan Galuh Sanaya Penata Rias Asal Kebumen yang Mantap Ikuti Jejak Orang Tua

Muhammad Hafied • Minggu, 24 Maret 2024 | 15:00 WIB

 

 

GIGIH: Galuh Sanaya, 20, perias muda asal Kebumen yang berhasil meniti karir di dunia rias profesional mengikuti jejak orang tuanya.
GIGIH: Galuh Sanaya, 20, perias muda asal Kebumen yang berhasil meniti karir di dunia rias profesional mengikuti jejak orang tuanya.

RADAR PURWOREJO - Bagi Galuh Sanaya, 20, orang tua adalah segalanya. Dia memposisikan orang tua layaknya seperti mentor. Dirinya menganggap peranan orang tua cukup penting selama meniti karir di dunia rias profesional.

Bekecimpung di dunia rias bukan hal mudah bagi Galuh. Termasuk dihadapkan ketatnya persaingan antar penyedia jasa rias. Justru kondisi ini membuat dia tumbuh lebih tangguh. Semua juga tak lepas dari bimbingan orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai perias kecantikan. "Ibu awalnya yang nuntun. Bisa dibilang sekarang ikut jejak ibu jadi perias. Tapi asyik kok, banyak ketemu orang," ucapnya Jumat (22/3).

Dasar memang keturunan, insting membuka jejaring di bisnis rias kecantikan selalu jitu. Gerak langkahnya sebagai perias sering mendapat nilai positif dari masyarakat. Kuncinya, dia selalu mencoba menjawab kebutuhan sesuai model atau gaya rias kekinian. "Adaptasi aja. Misal tahun ini ada tren rias apa, saya ikut. Kalau sudah punya basic itu gampang kok," ungkapnya.

Galuh merasakan sekarang dia mendapat perhatian lebih dari masyarakat. Tak sedikit masyarakat percaya dengan polesan tangan Galuh. Selain kesibukan sebagai mahasiswa, Galuh tetap menerima tawaran merias. Tentu semua atas dampingan orang tua yang lebih dulu terjun sebagai perias. "Ya, ibu tetap pantau. Kadang juga konsultasi. Beliau kan sudah pengalaman. Untuk sekarang jalan sendiri berani. Sudah ada tim," katanya.

Suka dan duka dalam menata bisnis rias secara bertahap kini telah dilewatinya. Galuh masih ingat ketika pertama kali mendapat tawaran rias. Kala itu, dia masih duduk di bangku sekolah menengah. "Memang nasibnya harus jadi perias," lontar Galuh.

Disebutkan, sang ibu sudah cukup lawas menggeluti bisnis rias pengantin di Desa Ambalkumolo, Buluspesantren. Tak heran jika Galuh mulai kepincut dengan seni tata rias sejak usia 14 tahun. Perangkat make up bukan barang aneh bagi Galuh kecil. Bahkan dia sering mengajak teman sebaya sebagai model rias.

Namun keseriusan untuk terjun di dunia rias ditunjukkan ketika SMA. Dia bahkan rela jauh dari orang tua, hanya untuk memilih sekolah jurusan tata ruas kecantikan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pilihan itu terpaksa dia ambil demi bercita-cita sebagai perias profesional.

Meski terbilang muda, Galuh terus mengasah kepiawaian di dunia tata rias. Dia bercita-cita akan menjadi perias handal di Kebumen. Selain sebagai perias, ia juga memiliki bakat di bidang modelling. Ketika sepi job, tak jarang dia juga menerima tawaran sebagai model dari produk kenamaan. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#penata rias #kebumen