Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ngadiwon Koleksi 700 Lebih Kaset Pita dari Era 1970-an, Beli di Pasar Loak dari saat Bujang, Tak Ada Niat Menjual

Anom Bagaskoro • Selasa, 2 April 2024 | 14:35 WIB
INGIN BUAT MUSEUM: Ngadiwon alias Mbah Wondo, 63, di antara koleksi kaset pita miliknya yang ia kumpulkan sejak masih muda.
INGIN BUAT MUSEUM: Ngadiwon alias Mbah Wondo, 63, di antara koleksi kaset pita miliknya yang ia kumpulkan sejak masih muda.

 


RADAR JOGJA - Ngadiwon, 63, pria yang akrab disapa Mbah Wondo ini memiliki hobi unik. Ia mengoleksi kaset pita dari era tahun 1970-an hingga 2000-an. Koleksinya dia kumpulkan sejak masih muda hingga kini lebih dari setengah abad.

ANOM BAGASKORO, Kulon Progo

"Ya, ini berawal ketika salah satu saudara saya memberikan radio sekaligus tape," ungkapnya saat ditemui Radar Jogja di kediamannya kemarin (1/4).
Ia menjelaskan, sejak muda dirinya mengumpulkan kaset pita.

Namun tak pernah punya target berapa yang akan dikumpulkan. Hal itu terjadi karena waktu masih muda ia hanya bekerja serabutan. Sehingga membutuhkan waktu lama untuk mengumpulkan uang dan membeli kaset.


Mbah Wondo mendapatkan kaset pita di pasar loak sekitaran Kulon Progo. Yang membuat dirinya harus pilih-pilih dalam mencari kaset, terutama menyesuaikan dengan budget yang dimiliki.


Selain itu juga perlu memperhatikan setiap jenis kaset yang ingin dibelinya. "Kalau penilain saya, kaset pita itu ada tiga jenis yaitu original, repro, dan ekonomis," ucapnya.


Ia menjelaskan, dari ketiga kaset pita dirinya paling banyak mengoleksi kaset pita original. Hampir 60 persen koleksinya merupakan kaset original. Di mana kaset ini memiliki kelebihan, di antaranya, kelangkaan kaset, suara jernih, produksi pertama, dan sangat awet.


Kaset original dibeli dengan harga yang cukup mahal kala itu. Sedangkan kaset pita repro merupakan kaset keluar kedua setelah kaset original. Biasanya perusahaan besar mendapat lisensi untuk memproduksi ulang kaset tersebut, dengan kualitas yang hampir mirip dengan kaset original.


Sementara kaset pita ekonomis merupakan kaset pita yang mudah didapat, karena biasanya sudah banyak di pasar loak. Namun kaset ini terbilang resmi.


Ia menjelaskan, koleksi kaset miliknya didominasi musik pop dangdut. Ia pun memiliki kaset pita lagu milik musisi ternama Rhoma Irama. Yang di tahun 1970-an masih bernama Oma Irama.

Baca Juga: Petugas Kebersihan di Sleman Tetap Disiagakan saat Libur Lebaran

Saat mengumpulkan kaset milik Rhoma Irama, ia perlu bersabar, karena tidak selalu dijumpai di pasar loak.
Mbah Wondo mengungkapkan, dirinya juga mengoleksi kaset pita keluaran tahun 1960-an.

Contohnya kaset pita lagu Lebaran yang dinyanyikan Oslan Husein, keluaran tahun 1968. Juga ada kaset lagu genre pop, rock, dan metal yang ia diperoleh juga dari pasar loak. "Perawatannya cukup dibersihkan dan memastikan kaset tidak kusut," ungkapnya.


Dalam merawat kaset pita, ia tak terlalu ambil pusing. Hanya membersihkan kaset pita dan memastikan tidak kusut, arena akan mempengaruhi suara. Ia menyiapkan alat pemutar kaset pita yang berupa tape. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap kaset dapat mengeluarkan suara jernih dan tidak kusut.


Ia mengakui mengoleksi kaset pita memiliki kebahagian tersendiri. Tak hanya unsur nostalgia yang didapat. Namun juga dari segi kualitas suara yang diperoleh.
Menurutnya, suara yang dihasilkan kaset pita lebih jernih dibanding media lainnya.

Kaset VCD atau DVD seringkali tidak mendapat suara yang jernih. Selain itu, kaset pita cenderung lebih awet dibanding VCD ataupun DVD. Kerumitan dalam pemeliharaan kaset pita juga menjdi tantangan dirinya.


"Tidak akan dijual, tetapi bila masyarakat mau berkunjung, silakan datang ke sini," ucap Wondo. Padahal bila koleksinya itu dijual mampu meraup keuntungan banyak.

Wondo berencana ingin membuat sebuah museum kecil-kecilan di rumahnya. Langkah Wondo ini memperoleh dukungan dari keluarganya. (laz)

Editor : Satria Pradika
#kaset pita #Pasar Loak #KULON PROGO