RADAR PURWOREJO – Hadirnya surat terbuka yang sudah resmi di tandatangani lebih dari 200 + musisi ternama di kanca International tetap di kirimkan kepada pemilik kecerdasan dari pembuatan AI, para musisi tersebut telah menyeruakan perlindungannya terhadap penggunaan predator dari kecerdasan yang sudah meniru AI ini dan mempunyai kemiripan seperti gambar dan suara selebritis.
Dikutip dari laman website The Guardian pada hari Rabu ( 3/4 ) deretan artis kanca international seperti Billie Eillish hingga rock n roll Hall of fammers telah menandatangani dari surat terbuka yang diluncurkan oleh AI.
isi dari surat terbuka ini adalah untuk menyampaikan terhadap tuntutan yang sangat luas agar perusahaan terbantu dengan kecerdasan teknologi ini dan berjanji untuk tidak mengandalkan AI dalam menggantikan kinerja manusia seperti penulisan lagu dan menggantikan konser saat artis tersebut sedang berhalangan untuk hadir.
Isi dari surat terbuka untuk pembuatan alat AI tersebut yakni " terdapatnya serangan dari tangan manusia yang super kreativitas ini harus benar - benar di berhentikan, karena kita harus dapat melindungi diri dari penggunaan AI yang sifatnya predator dan di gunakan untuk mencuri data - data dari artis tersebut mulai dari wajah, hingga suara yang di buat sangat mirip persis dengannya.
Hal ini telah melanggar adanya hak cipta serta menghancurkan ekosistem terhadap dunia musik. " Isi dari tulisan surat terbuka.
Dari adanya surat terbuka ini tidak menyeruakan adanya larangan terhadap penggunaan AI selama produksi musik dan film berlangsung dan hal itu mengatakan bahawa adanya penggunaan teknologi tersebut secara professional dapat bertanggung jawab dan beran dalam memberikan manfaat bagi industri tersebut.
Karena kebanyakan manusia yang sudah buntu dan lelah untuk berfikir ternyata masih menggunakan alat buatan kecerdasan dari AI, termasuk produser musik yang mana telah meminta bantuan kepadanya di berbagai cara.
Akan tetapi cara tersebut telah mendatangkan suatu musibah atau kasus karena telah menggunakan AI dalam halnya untuk mengisolasi vokal John Lenon dari hasil karyanya yang berjudul " Beatles " yang berhasil di rilis pada tahun lalu.
Dengan adanya surat tersebut adalah bagian dari penolakan para seniman dan pencipta lagu dengan menggunakan kecerdasan buatan generative, mereka semua menganggap munculnya teknologi akan terus menimbulkan permasalahan terhadap suatu etika hingga hukum seputar pelanggaran adanya hak cipta.
Hal ini memicu adanya ke khawatiran atas penggunaan AI dalam pembuata untuk merilis lagu, naskah hingga dapat memproduksi sebuah foto maupun gambar dari artis tersebut karena ini akan selalu menjadi pusat dari beberapa bentuk negoisasi terhadap kontrak kinerja dan pemogokan kinerja serikat dalam pekerjaan di dunia hiburan entertaintment.
Editor : Heru Pratomo