RADAR PURWOREJO - Yulianto selalu mencoba peruntungan dalam mengarungi setiap jengkal kehidupan. Itulah prinsip yang selalu dipegang. Termasuk ketika menjajaki dunia politik.
Terbukti peruntungan itu kini berbuah manis. Dia sukses menghadapi kontestasi politik Pemilu 2024. Pria kelahiran Benerwetan, Ambal, Kebumen ini terpilih sebagai anggota DPRD Kebumen periode 2024-2029. "Ya, saya memang pengusaha. Tapi mencoba di jalur politik apa salahnya. Ternyata hasil suara pileg kemarin sesuai harapan," kata Yulianto, Jumat (10/5).
Yulianto merupakan putra daerah yang sukses merintis bisnis di tanah rantau. Dia berhasil memimpin berbagai perusahaan di Jakarta. Mulai dari perusahaan yang bergerak di biro perjalanan haji dan umrah. Kemudian, sebagai pucuk pimpinan perusahaan rokok di Jawa Timur. Selain itu, dia juga menyasar bidang industri kreatif sebagai promotor konser dan beragam kegiatan. "Tabungan haji dan umrah saya produk pertama di Indonesia. Saya tekuni dari tahun 2006. Dengan konsep tanpa dana talangan dan bunga. Sekarang sudah ribuan jamaah," bebernya.
Yulianto selalu aktif dalam gerakan ekonomi berbasis kerakyatan. Gerakan ini bahkan jauh sebelum dia memutuskan untuk terjuan di dunia politik. Masyarakat dijadikannya sebagai subjek, bukan sebagai objek komoditas sesaat. Dia membangun jejaring ekonomi melalui program yang berorientasi dari rakyat untuk rakyat. "Beri kail, jangan ikannya. Kalau sudah jalan biar masyarakat yang merasakan. Sesederhana itu sebenarnya," ujarnya.
Salah satu program yang kini dirasakan dampaknya oleh masyarakat adalah pencanangan konsep Kampung Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) di Desa Gongdanglegi, Ambal. Menurutnya, program ini tidak sulit asal ada kemauan dari warga setempat. Terlebih aktivitas beternak sudah menjadi kebiasaan sebagian besar warga di pesisir selatan Kebumen.
Secara singkat, program ini hadir karena untuk menjawab kebutuhan. Di mana saat itu sedang marak ancaman virus hewan ternak sapi. Padahal sebagian besar warga cukup fanatik memilih sapi sebagai hewan peliharaan.
Atas kondisi ini Yulianto menyodorkan pilihan alternatif lain agar warga berternak ayam KUB. Di lain sisi, budidaya ayam juga diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan bahan baku Sate Ambal yang sudah terkenal di berbagai penjuru. "Bagi saya perlu dilihat, akar permasalahan bagaimana. Harus dicari jalan keluar," ungkapnya.
Bagi Yulianto, tidak ada hal yang mustahil di dunia ini. Di Dapilnya, Yulianto berhasil mengalahkan perolehan suara dua anggota dewan petahana. Dia juga sosok yang tak malu mencoba dunia baru. Salah satunya dia akan mengadu nasib dengan mendaftar sebagai calon bupati Kebumen. "Ketika ruang pengabidan itu lebih luas, kemanfaatan semakin banyak. Itu yang saya coba," bebernya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova