MUNGKID -Dunia balap Indonesia tengah berduka. Sosok Hokky Krisdianto sudah tidak asing lagi di telinga pecinta balap. Apalagi ia merupakan mantan pebalap nasional yang dikenal piawai dan berbakat di lintasan. Namun, Hokky berpulang tepat tiga hari setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-44.
Ia terlibat kecelakaan di jalur Pantura Surabaya-Situbondo, tepatnya di sekitar objek wisata Pantai Tampora, Banyuglugur, Sitobondo pada Senin (18/11). Saat itu, Hokky yang mengendarai sepeda motor Nmax dengan nomor polisi (nopol) AB 5670 NX hendak menuju Bali. Nahasnya, kecelakaan maut menimpanya.
Ibu Hokky Krisdianto, Susanti menyebut, terakhir bertemu dengan Hokky pada 14 November. Saat ulang tahun pun, Hokky hanya meminta doa Santi. Di hari spesialnya itu, Hokky menyempatkan bertemu dengan anak semata wayangnya, Julian Krisdiandra Putra yang duduk di kelas 11 SMA, sebelum bertolak ke Bali.
Hokky dikenal sebagai pembalap yang selalu mengenakan nomor 57. Karena itu, ia memiliki julukan Hoks Fiftyseven. Hokky kerap menorehkan prestasi gemilang yang mengukir namanya di ajang balap motor. Selama kariernya di dunia balap, Hokky terlibat dalam berbagai kejuaraan nasional. Termasuk kejuaraan nasional Motoprix dan Indoprix.
Di ajang-ajang tersebut, ia berhasil meempati posisi podium di banyak seri. Tidak berhenti di kejuaraan nasional, Hokky juga mewakili Indonesia di beberapa kompetisi internasional. Seperti Petronas Asia Road Racing Championship (ARRC) yang digelar di sirkuit Buriram United International Circuit, Thailand.
Keberhasilannya itu, tidak hanya mencetak prestasi di tingkat nasional, tetapi juga memberikan kontribusi penting terhadap reputasi balap motor Indonesia di luar negeri. Namanya kian harum di dunia balap nasional. Prestasi-prestasi yang ditorehkan itu, membuktikan bahwa Hokky merupakan pembalap yang konsisten dan berprestasi. Bahkan, ia juga dikenal sebagai pembalap profesional.
Baca Juga: Jarang Diketahui, Ini 5 Manfaat Genjer Untuk Kesehatan yang Biasa Tumbuh Liar di Persawahan
Di rumah Santi, ada puluhan trofi milik Hokky yang diletakkan dalam satu lemari kaca. Berjajar rapi dan penuh dengan kenangan. "Dulu sering nonton Hokky di mana-mana, Sumatera, Bali, dan lainnya. Rasa khawatir itu pasti ada. Apalagi kalau Hokky belum sampai sirkuit dan sering jatuh di depan saya," ucapnya.
Setelah pensiun sebagai pembalap, Hokky tidak meninggalkan dunia balap. Buktinya, ia mendirikan tim balap sendiri bernama Honda Duck 57 Racing Team. Tim ini memiliki fokus untuk mengembangkan bakat pembalap muda di Indonesia dengan memberikan pelatihan dan dukungan penuh agar mereka dapat meraih potensi terbaiknya.
Pada musim 2018, tim yang dirintisnya mulai menunjukkan eksistensi hingga mengikuti berbagai ajang balapan. Selain itu, ia juga aktif menjadi Racing Comitte. Hokky juga kerap membagikan aktivitasnya terkait dunia balap melalui Instagram pribadinya. Ia dikenal sebagai sosok yang selalu menginspirasi dan penuh dedikasi semasa hidupnya.
Adik Hokky Krisdianto, Fendi Setiawan menilai, sang kakak adalah sosok kakak yang luar biasa. Dia tidak menyangka, relasinya sangat banyak dan menganggap Hokky sebagai pribadi yang baik. "Kepada keluarga pun, perhatiannya luar biasa. Apalagi ke mama dan adik-adiknya. Dia itu tempat kami curhat dan sambat. Kami jelas merasa kehilangan sosok itu," ujar dia.
Editor : Heru Pratomo