Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Sutarmidi Terapis Sapi asal Kulon Progo, Rogoh Kocek Pribadi Beli Sapi yang Tak Bisa Diselamatkan

Anom Bagaskoro • Kamis, 20 November 2025 | 14:35 WIB

 

Sapi milik warga di terapi agar dapat sehat dan berdiri kembali.   
Sapi milik warga di terapi agar dapat sehat dan berdiri kembali.  

 

Tukang terapi hewan ternak dengan cara tradisional masih kerap dijumpai di Kulon Progo. Salah satunya Sutarmidi asal Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih yang yelah menekuni profesi tukang terapi sapi sejak 2009.

Sapi-sapi yang dibawa pemilinya ke tempat Sutarmidi rerata dalam kondisi sakit. Mulai dari kesulitan berdiri, susah makan, hingga terserang penyakit kerap ditemui. Tentu, setiap keluhan memiliki treatment tersendiri."Contohnya sapi kesulitan berdiri pasca-lahiran, pasti ada pengobatan," ungkapnya, Rabu (19/11).

Penanganan sapi tak kuat berdiri biasanya dilakukan dengan alat bantu. Menggunakan katrol dan tiang buatannya sendiri, Sutarmidi biasanya emmancing sapi untuk berdiri secara paksa. Dengan mengangkat badan sapi menggunakan katrol, hewan memah biak itu biasanya akan kembali berjalan normal.

Tak hanya sekedar mendirikan sapi dengan katrol, terdapat teknik pemijatan khusus bagi hewan. Sutarmidi bisanya mengurut area otot hewan yang berfungsi menopang tubuh. Di samping itu, obat suplemen dan jamu kerap diminumkan. Tujuannya, agar pemulihan dapat berjalan cepat. "Alhamdulilah banyak yang sembuh, yang mati ada karena terlambat penanganan," ungkap pria 63 tahun itu.

Awal menekuni profesi unik itu, dia lakukan ke ternak kepemilikan sendiri. Beberapa kali ternak milik keluarganya, mengalami sakit dirawat dengan secara pribadi tanpa memanggil dokter hewan. Berkat perawatan yang terus berulang sapi miliknya berhasil sembuh. Dari situlah, awal mula profesi terapi sapi digeluti. "Awalnya sapi milik keluarga, terus dulu sempat belajar penanganan sapi sakit dari orangtua," ucap Sutarmidi.

Dengan bekal praktek dan pengetahuan dari orangtua, Sutarmidi mampu melakoni profesi tukang terapi sapi hingga sekarang. Bahkan namanya, bukan hanya dikenal di kalangan peternak Kulon Progo. Namun, peternak di wilayah Bantul dan Purworejo sempat mencicipi jasanya.

Selama 26 tahun menekuni profesi itu, sosok pria ini memiliki beragam kisah saat sapi pelanggannya meninggal. Tak jarang, karena hendak memberikan pelayanan baik pelanggan, Sutarmidi rela merogoh kocek pribadi. Tujuannya, untuk membeli sapi yang tak bisa diselamatkannya.

Kendati menemukan sejumlah tantangan, Sutarmidi tetap menekuni profesi itu. Pasalnya, ketika melihat hewan ternak kembali pulih merupakan kesenangan pribadi.

Baca Juga: Perairan Pulau Buru Jadi Kawasan Konservasi Baru, Demi Jaga Habitat Penyu Belimbing

Di samping itu, profesi tukang terapi sapi telah mencukupi kebutuhan keluarga. Dalam terapi sapi, pihaknya membanderol harga Rp 400 ribu, dan setiap bulannya rata-rata terdapat 2-3 pelanggan.

Sementara itu, salah satu pelanggannya Supriyanto mengaku sengaja menyewa jasa terapu sapi. Lantaran, telah melakukan pengobatan ke dokter hewan. Namun tak kunjung sembuh. Justru perlakuan terapi sapi, dinilai berdampak baik pada kesembuhan hewan ternak."Kemarin habis melahirkan, tiba-tiba tidak bisa berdiri," ungkapnya. (pra)

Editor : Heru Pratomo
#pengasih #KULON PROGO #terapis #SAPI