Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Modernisasi Gula Semut, Inovasi Dosen UGM Sri Rahayoe Bawa Teknologi Kampus ke Tangan UMKM

Heru Pratomo • Selasa, 6 Januari 2026 | 05:50 WIB

Ciptakan Mesin Produksi Gula Semut, Dosen FTP UGM Raih Anugerah Diktisaintek 2025
Ciptakan Mesin Produksi Gula Semut, Dosen FTP UGM Raih Anugerah Diktisaintek 2025

 

SLEMAN – Inovasi berbasis riset terapan kembali membawa harum nama Universitas Gadjah Mada (UGM) di kancah nasional. Dr. Sri Rahayoe, dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), sukses menyabet Bronze Winner pada Anugerah Diktisaintek 2025.

Penghargaan bergengsi ini diraih untuk kategori Paten Sederhana yang Telah Digunakan Masyarakat dalam ajang Anugerah Riset dan Pengembangan Hilirisasi Award. Sri Rahayoe atau yang akrab disapa Yayuk, mengembangkan teknologi alat dan mesin produksi gula semut nira palma khusus untuk skala Industri Kecil Menengah (IKM).

Baca Juga: Wow...! Damkar Solo Berijbaku Makamkan Jenazah Berbobot 200 Kg di TPU Danyung, Terjunkan Belasan Personel

Yayuk mengungkapkan, risetnya lahir dari kegelisahan melihat proses produksi gula semut tradisional yang masih manual. "Selama ini kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi sulit dijaga karena prosesnya tidak terukur," ungkap Yayuk, Senin (5/1).

Titik krusial pengolahan gula semut ada pada tahap evaporasi dan kristalisasi. Jika suhu tidak stabil, mutu produk menjadi tidak seragam. Menjawab tantangan tersebut, Yayuk bersama tim mengembangkan prototipe mesin evaporator dengan pengaduk mekanis dan kontrol suhu otomatis, serta mesin kristalisator putar.

Baca Juga: Ada 13 Rumah Sakit di Kabupaten Bantul, tapi Baru Dua RS yang Terapkan KRIS BPJS Kesehatan

"Kami melakukan penyempurnaan desain mulai dari aspek kestabilan suhu hingga keselamatan kerja. Tantangan terbesarnya adalah memastikan teknologi ini mudah dioperasikan dan dirawat oleh pelaku UMKM," jelasnya.

Menariknya, pengembangan mesin ini menggunakan pendekatan co-creation. Produsen gula semut dilibatkan sejak awal untuk memberikan masukan berdasarkan pengalaman praktis mereka di lapangan. Hasilnya, alat tersebut sangat adaptif dengan kebiasaan kerja harian pengguna.

Baca Juga: Fakta Unik Al-Qur'an yang Dipakai Zohran Mamdani Saat Dilantik Jadi Wali Kota NYC

Bagi Yayuk, penghargaan ini menjadi bukti bahwa riset kampus harus mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan masyarakat. Ke depan, ia berencana mengintegrasikan lini produksi agar lebih efisien dan memperluas kerja sama dengan industri manufaktur.

"Mulailah riset dari masalah nyata. Libatkan pengguna sejak awal agar inovasi yang kita buat dapat berkembang secara berkelanjutan," pesannya

Editor : Heru Pratomo
#inovasi berbasis riset kampus #gula semut #Sri Rahayoe #UGM #Anugerah Diktisaintek 2025