Warga Wirobrajan Kota Jogja Almas Azzahra, siap mengharumkan nama DIJ dalam ajang Puteri Indonesia tingkat nasional yang akan berlangsung pada April 2026. Perempuan yang sebelumnya meraih Harapan I Diajeng Kota Jogja 2021 dan Wakil 1 Diajeng Jogja 2021 ini resmi dinobatkan sebagai Puteri Indonesia DIJ 2026 dan tengah mempersiapkan diri menuju masa karantina.
Almas merupakan lulusan S1 Arsitektur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pernah mengenyam studi di Vienna University of Technology, Austria. Ia adalah puteri dari Muhammad Agung Setyawan dan Retno Astuti. Dengan latar belakang pendidikan arsitektur, Almas memiliki perhatian khusus pada isu penataan ruang, lingkungan, dan pembangunan kota berkelanjutan.
Almas mengungkapkan ketertarikannya di dunia berawal dari keikutsertaannya dalam ajang Dimas Diajeng Kota Jogja hingga tingkat Provinsi DIJ. Dari proses tersebut, ia menemukan ruang untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat.
“Saya memutuskan bergabung dengan Puteri Indonesia dengan tujuan bisa menginspirasi lebih banyak generasi muda lainnya dan harapannya dengan platform yang ada dapat menyuarakan aspirasi, serta membawa budaya Jogja ke tingkat nasional bahkan dunia,” ujarnya saat di Balai Kota Jogja, Jumat (20/2).
Sebagai Puteri Indonesia DIJ 2026, perempuan 25 tahun itu menegaskan bahwa perannya kini memiliki cakupan yang lebih luas.
Jika Dimas Diajeng berfokus pada promosi pariwisata di lingkup daerah, maka Puteri Indonesia membawa misi representasi perempuan Indonesia di tingkat nasional bahkan internasional.
Ia menjelaskan, Puteri Indonesia mengusung nilai 5B, yakni Brain, Beauty, Behavior, Brave, dan Be Right, sebagai fondasi karakter perempuan Indonesia yang cerdas, berintegritas, berani, dan mampu menjadi teladan.
Almas menyatakan kesiapannya untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial di Kota Jogja. Ia juga berkomitmen untuk tidak hanya memperkenalkan sektor pariwisata yang telah dikenal luas, tetapi juga memperkuat promosi budaya dan nilai-nilai kearifan lokal.
“Saya bertekad menjadi representasi wanita Jogja yang mengenalkan budaya dan pariwisata hingga tingkat nasional bahkan dunia,” ungkapnya.
Dukungan penuh disampaikan Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo. Ia mengaku bangga atas langkah Almas yang mewakili DIJ di tingkat nasional dan mengajak seluruh masyarakat memberikan doa serta dukungan. “Saya mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar Almas sukses dan membawa nama baik Jogja, DIJ, dan juga Indonesia,” ujar Hasto.
Hasto mendorong agar keterlibatan tersebut tidak sekadar simbolik, melainkan diwujudkan melalui aksi konkret. Ia mencontohkan kampanye kebersihan Sungai Code dan penguatan program MAS JOS. Selain itu juga membuka ruang bagi Almas yang berlatar belakang arsitektur untuk berkontribusi dalam penataan kawasan kota. Termasuk program bedah rumah, penataan bantaran sungai, hingga pengembangan taman kota.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan kota. Hasto berharap anak muda harus benar-benar produktif. Karena populasi lansia banyak, sementara anak mudanya relatif sedikit. “Ini tantangan demografi yang harus disikapi dengan kesiapan generasi muda,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan juga mendorong Almas untuk mengangkat kekuatan budaya Jogja secara lebih mendalam. Ia menegaskan bahwa Jogja merupakan poros budaya yang memiliki kekayaan makna, termasuk Sumbu Filosofi yang telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia.
Menurutnya, kekuatan seorang Puteri Indonesia tidak hanya terletak pada penampilan, tetapi pada karakter dan kedalaman makna yang dibawa.
Ia mendorong agar Almas menggali hal-hal yang terlihat sederhana namun memiliki makna mendalam, serta benar-benar terjun langsung dalam kerja sosial.
“Semua finalis pasti cantik. Tapi yang membedakan adalah karakter dan ketulusan. Harus all out, terjun langsung ke lapangan, bukan dibuat-buat. Kuasai subjeknya dan lakukan secara nyata,” tegasnya.
Editor : Heru Pratomo