Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Prinsip 'Tiada Minggu tanpa Progres', Lulusan Vokasi UGM Ini Bagikan Tips Lulus Kurang dari 4 Tahun

Heru Pratomo • Rabu, 4 Maret 2026 | 06:30 WIB

Khaira Zata Dini
Khaira Zata Dini

 

YOGYAKARTA – Ketertarikan mendalam pada Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sejak masa SMA serta antusiasme terhadap praktik di laboratorium menjadi alasan kuat bagi Khaira Zata Dini untuk memilih program studi D4 Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi UGM.

Keputusan ini juga mendapat dukungan penuh dari latar belakang keluarganya yang akrab dengan bidang biologi dan kedokteran hewan.

Wanita yang akrab disapa Aira ini mengaku sangat menikmati masa perkuliahannya karena materi yang dipelajari selaras dengan minat pribadinya. Tak heran jika ia berhasil menyelesaikan studi sarjana terapan dalam waktu singkat, yakni 3 tahun 11 bulan 2 hari.

Baca Juga: Listrik Keraton Solo Diputus Pemkot karena APBD Seret, PB XIV Purbaya Bayar Tagihan PLN

Capaian ini jauh lebih cepat dibandingkan masa studi rata-rata 152 lulusan periode ini yang mencapai 4 tahun 6 bulan. Dengan catatan waktu tersebut, Aira dinobatkan sebagai Wisudawan dengan Masa Studi Tersingkat pada program sarjana terapan.

Aira mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari pembagian SKS yang terencana serta metode pembelajaran yang diterapkan para dosen. Salah satu faktor kunci adalah keterlibatannya dalam tim riset dosen sejak dini. Di sana, ia dilatih untuk disiplin dalam mengerjakan tugas akhir.

“Dosen selalu menanamkan pemikiran untuk selalu berprogres. Progres belajar, riset, hingga tugas akhir harus ada setiap minggu, sekecil apa pun itu,” ungkap Aira pada Selasa (3/3).

Baca Juga: Tampil Beda tapi Tetap Orisinal, Buku Iqro Karya KH As’ad Humam Hadir dengan Sentuhan Visual Modern

Sebagai anak kedua dari empat bersaudara, Aira memiliki misi yang sama dengan saudara-saudaranya: membanggakan kedua orang tua melalui prestasi akademik dan kemandirian berkarier. Dukungan moral serta spiritual yang luar biasa dari orang tua menjadi bahan bakar utamanya.

“Tujuan kami sama, ingin membanggakan orang tua dengan cepat lulus dan segera memulai karier,” ujarnya.

Motivasi kuat tersebut membuahkan hasil manis. Aira berhasil mendapatkan pekerjaan hanya tiga bulan setelah masa yudisium di salah satu Rumah Sakit Hewan di Jakarta. Pengalaman kerja pertamanya ini justru memicu rasa ingin tahu yang lebih besar, terutama terkait perkembangan alat penunjang medis veteriner.

Baca Juga: Warga Pantog Kulon Kalibawang Tuntut Reklamasi Bekas Tambang Urukan Tol Jogja-YIA, Sebabkan Kerusakan Meluas hingga Saluran Drainase Tersumbat

Rasa haus akan ilmu mendorong Aira untuk merencanakan studi lanjut. Ia berniat mengambil program S2 Bioteknologi di UGM, bidang yang sejalan dengan topik tugas akhir yang pernah ia kerjakan.

“Rencana saya adalah kembali ke Jogja, mencari pekerjaan di sini sembari mempersiapkan studi S2 di UGM,” tuturnya.

Baca Juga: Pegawai Negeri Full Senyum! Seskab Teddy Indra Wijaya Ungkap THR ASN dan Aparat Keamanan Tahun Ini Dibayarkan Penuh

Menutup ceritanya, Aira berpesan bahwa pembelajaran bisa datang dari mana saja, baik di bangku kuliah maupun dunia kerja. Kuncinya adalah memegang teguh motivasi awal sebagai penangkal rasa jenuh atau hambatan di tengah jalan.

“Jika kita memiliki motivasi besar yang ingin dicapai, itu akan menjadi pengingat agar kita tidak mudah menyerah,” pungkasnya.

Editor : Heru Pratomo
#d4 #teknologi #UGM #ipa #sekolah vokasi #laboratorium