Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Berawal dari Teori Michel Foucault, Skripsi Marlyn Ivana Soal Otonomi Perempuan dan Depresi Jadikannya Wisudawan Tercepat UGM

Heru Pratomo • Jumat, 13 Maret 2026 | 08:20 WIB

Marlyn Ivana Trigita
Marlyn Ivana Trigita

 

YOGYAKARTA – Rona bahagia tak dapat disembunyikan dari wajah Marlyn Ivana Trigita. Marlyn baru saja merayakan kelulusan sarjananya di Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada prosesi wisuda yang digelar 23 Februari silam.

Namun, momen kelulusan Marlyn terasa istimewa. Bukan sekadar lulus dan berhak menyandang gelar sarjana, gadis berbakat ini dinobatkan sebagai wisudawan dengan masa studi tercepat.

Marlyn berhasil menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 3 tahun 2 bulan 1 hari. Pencapaian ini terbilang luar biasa, mengingat rata-rata masa studi untuk 1.201 wisudawan Program Sarjana pada periode tersebut adalah 4 tahun 2 bulan.

Baca Juga: Kronologi Pabrik Mi Berformalin di Boyolali Digerebek Polisi: Warga Curiga Mi Basah Awet Tak Wajar, Produksi sejak 2019

Berhasil meraih gelar lulusan tercepat, Marlyn mengaku kunci kesuksesannya terletak pada kombinasi ketekunan dan strategi belajar yang tepat. Baginya, lulus bukan hanya soal administrasi, melainkan sebuah komitmen personal untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai. “Aku memulai studi di UGM, jadi aku harus menyelesaikannya, ya wisuda ini,” ujarnya antusias, Kamis (10/3).

Marlyn menilai, sistem kurikulum di Fakultas Psikologi UGM yang terstruktur rapi per semester sangat membantu mahasiswa memiliki alur pembelajaran yang relatif seragam. Namun, ia menyadari dinamika perbedaan fokus dan tantangan baru akan sangat terasa saat memasuki semester 6 dan 7, terutama ketika mulai mempersiapkan skripsi.

“Kalau di psikologi, kita dipaketin per semester itu berapa SKS, jadi per orang rata-rata akan punya rundown yang sama. Mungkin, dinamikanya itu bakalan terlihat ketika masuk di semester 6 atau 7,” tuturnya.

Baca Juga: Hati-Hati Pemudik!! KM 482–490 Tol Semarang–Solo di Boyolali Jadi Titik Lelah Pengemudi saat Mudik Lebaran 2026, Lakukan Hal Ini…

Menurut Marlyn, strategi utama yang mempercepat studinya adalah fokus total pada skripsi. Ia memilih metode yang efisien dengan menggunakan data sekunder yang telah dipublikasikan dan divalidasi oleh institusi kredibel. "Strateginya adalah fokus ke skripsimu. Di skripsi ini, data yang digunakan adalah sekunder atau data yang dipublikasikan dan sudah divalidasi juga karena diambil dari perusahaan yang sudah meriset itu,” jelasnya.

Marlyn juga menyampaikan apresiasi mendalam atas peran dosen pembimbing yang sangat responsif, cekatan, dan kritis dalam memberikan masukan. Dukungan tersebut membuat proses penyusunan skripsinya berjalan efektif. Selain itu, fleksibilitas dosen pembimbing, bantuan administrasi dari bagian akademik yang menjelaskan alur secara rinci, serta dukungan moral dari teman-teman yang menjadi ruang aman selama proses pengerjaan skripsi turut menjadi faktor penting keberhasilannya.

Baca Juga: Pemerintah Perkuat Koordinasi Lintas Kementerian Jelang Penerapan PP Tunas pada 28 Maret 2026

“Dosen pembimbing cukup fleksibel, sangat kritis, dan cepat dalam merespon bimbingan sehingga itu sangat membantu. Akademik psikologi juga sangat membantu dalam penjelasan alur skripsi sampai kelulusan dengan rinci. Lalu, terima kasih juga kepada teman-teman karena selalu mendukung dan menjadi tempat aman di masa pembuatan skripsi,” kata Marlyn.

Meskipun terlihat lancar, Maryln mengakui adanya tantangan yang tidak sederhana. Salah satu proses paling rumit adalah tahap data cleaning saat penulisan skripsi. Data yang ia gunakan berjumlah ribuan dengan banyak variabel, sehingga memilah dan menentukan variabel yang relevan membutuhkan ketelitian ekstra dan waktu yang cukup panjang.

“Data cleaning adalah salah satu proses paling rumit yang ada di masa pembuatan skripsi. Itu karena data yang diambil juga jumlahnya ribuan dan variabelnya banyak, jadi untuk milah yang mau dipakai itu cukup memakan waktu,” bebernya.

Baca Juga: Kementerian PU Pastikan 93,5 Persen Jalan Nasional Non-Tol Mantap Jelang Mudik Lebaran 2026

Dalam skripsinya yang berjudul “Peran Otonomi Pengambilan Keputusan terhadap Peluang Terjadinya Depresi pada Perempuan Menikah di Indonesia”, Marlyn mengangkat isu yang sangat relevan dengan konteks sosial Indonesia. Penelitian ini terinspirasi dari pemikiran Michel Foucault tentang relasi kuasa, khususnya gagasan mengenai pembagian kekuasaan yang tidak selalu berjalan seimbang dalam praktik sosial. Dalam konteks masyarakat yang masih cenderung patriarkal, pembagian kekuasaan dalam keluarga kerap tidak setara, terutama terhadap perempuan.

Di sisi lain, dalam psikologi terdapat teori self-determination yang menekankan bahwa otonomi merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berperan penting dalam kesehatan mental. Marlyn ingin mengetahui apakah pola yang ditemukan dalam penelitian luar negeri—bahwa rendahnya otonomi perempuan berkorelasi dengan meningkatnya risiko depresi—juga terjadi di Indonesia.

“Di Indonesia sendiri belum ada penelitian yang secara spesifik membahas ini. Makanya ini jadi peluang untuk menelitinya,” ungkapnya.

Baca Juga: Menaker Minta Industri Patuhi Aturan Pemberian THR dan BHR bagi Pengemudi Ojol

Penelitian tersebut menggunakan data sekunder dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang kelima. Melalui data berskala besar ini, ia menganalisis hubungan antara tingkat otonomi pengambilan keputusan perempuan menikah dan peluang terjadinya depresi.

Marlyn juga menyoroti fenomena shadowed autonomy, yakni kondisi ketika perempuan tampak terlibat dalam pengambilan keputusan, tetapi keputusan tersebut bukan sepenuhnya didasarkan pada kehendak pribadi. Pengalaman dan pengamatan terhadap dinamika keluarga di sekitarnya turut menguatkan ketertarikannya pada topik ini.

Bagi Marlyn, skripsi adalah proyek panjang yang harus diselesaikan dalam waktu relatif singkat, terlebih bagi mahasiswa yang menjadikannya sebagai pengalaman penelitian pertama. Karena itu, ia menekankan pentingnya memahami topik dan metode penelitian secara mendalam sejak awal. “Pelajari topik dan metode yang akan kamu pakai itu sebaik mungkin. Tapi nggak perlu jadi yang tercepat. Just do it as good as possible,” pesannya.

Editor : Heru Pratomo
#psikologi #UGM #Sosial #teori #wisudawan #skripsi