Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Kisah Sukses Chairul Mukmin Sabet Juara SUCI 12, Stand Up Comedy Bukan Sekadar Melucu tapi Harus Menyampaikan Kebaikan

Heru Pratomo • Selasa, 16 Juni 2026 | 22:23 WIB
Chairul Mukmin
Chairul Mukmin

 

 

YOGYAKARTA - Berdiri di podium tertinggi sebagai juara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim ke-12 besutan Kompas TV pada 6 Juni 2026 menjadi puncak dari perjalanan panjang seorang Chairul Mukmin. Namun, kilau trofi tersebut tidak diraihnya secara instan.

Alumni Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2012 ini harus melewati jalan berliku, kegagalan audisi yang berulang, hingga fase vakum sebelum akhirnya dinobatkan sebagai salah satu komika terbaik di tanah air.

Menemukan "Rumah" dan Medium Dakwah di UMY

Bagi Mukmin, UMY bukan sekadar tempat berburu gelar sarjana. Tumbuh dalam silsilah keluarga yang unik—ibu seorang Muhammadiyah dan bapak seorang Nahdlatul Ulama (NU)—serta sempat mengenyam pendidikan pesantren, membuat pria yang akrab disapa "Pak Guru" ini langsung merasa klop begitu menginjakkan kaki di kampus tersebut.

Baca Juga: PMII Tuding Keluarga Bupati Kebumen Ikut Kelola Dapur MBG, Wabup Sebut karena Minimnya Pemodal

“Waktu kuliah di kampus Muhammadiyah, suasananya langsung terasa seperti di rumah sendiri. Rasa nyaman dan kedekatannya begitu lekat,” kenang Mukmin, Senin (15/6).

Di sela kesibukannya, termasuk sempat mengabdi sebagai marbot masjid kampus, Mukmin mulai kepincut dengan dunia stand up comedy. Baginya, seni komedi tunggal bukan sekadar instrumen untuk memancing tawa, melainkan sebuah medium kultural untuk menyampaikan pesan moral dan gagasan yang bermanfaat kepada khalayak luas.

Keseriusannya mulai teruji pada tahun 2015 saat memasuki akhir masa kuliah. Interaksi sosial, dinamika organisasi, dan realitas kehidupan kampus ia transformasikan menjadi amunisi materi komedi yang segar dan berbobot.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Akar komedi Mukmin tumbuh subur melalui keterlibatannya di komunitas Stand Up UMY dan Standupindo Jogja. Langkah besarnya dimulai saat ia nekat menjajal audisi SUCI sejak musim keenam. Sayang, dewi fortuna belum berpihak. Ia berkali-kali tumbang di babak awal.

Rentetan kegagalan itu sempat memukul mentalnya hingga Mukmin memutuskan mengambil keputusan ekstrem: gantung mikrofon dan vakum total dari panggung stand up selama dua tahun.

Namun, magnet komedi terlalu kuat untuk dihindari. Kerinduan akan panggung membawanya kembali. Bersama kompatriotnya, Fatihdjun, Mukmin mencoba merangkak lagi dari nol melalui panggung-panggung kecil.

Baca Juga: Eksplorasi Jalur 1,8 Kilometer, Lightscape 2026 Padukan Teknologi AI Cahaya dan Konservasi Alam

“Waktu itu saya mencoba tampil lagi dan ternyata masih bisa membuat orang tertawa. Dari situ saya berpikir, mungkin saya memang masih punya tempat di dunia ini,” ungkapnya.

Keputusan kembali naik panggung itu menjadi titik balik paling krusial. Bermodalkan mental yang lebih matang dan materi yang lebih solid, ia sukses menembus panggung SUCI 12 dan keluar sebagai juara pertama.

Menjadi komika profesional tentu akrab dengan risiko writer’s block atau kebuntuan ide. Saat pasokan banyolan di kepalanya mulai menipis, Mukmin memiliki formula khusus untuk memantik perspektif baru.

Baca Juga: Bukan Sekadar Sunah Biasa, Ini Bobot Pahala dan Konsekuensi Dosa di Bulan-Bulan Haram

Memperluas Ruang Diskusi: Banyak mengobrol dan bercanda dengan berbagai kalangan.

Konsumsi Literasi & Informasi: Rajin membaca buku, mengamati berita aktual, dan menonton pertunjukan komedi lain.

Melalui keberhasilannya ini, Mukmin menyelipkan pesan mendalam bagi para pejuang mimpi di luar sana untuk selalu menjaga konsistensi dan spiritualitas.

“Jangan menyerah dan selalu berhusnuzan (berprasangka baik) kepada Allah. Saya pernah kecewa, tetapi ternyata Allah menyiapkan kesempatan yang jauh lebih indah melalui SUCI 12,” pungkasnya penuh syukur.

Editor : Heru Pratomo
#chairul mukmin #SUCI 12 #kompas tv #Pak Guru #umy