YOGYAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY secara resmi memperjuangkan mendiang Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin sebagai pahlawan nasional. Langkah ini ditandai dengan pengabadian nama wartawan Harian Bernas tersebut menjadi nama aula di Gedung PWI DIJ, Jalan Gambiran 45 Jogja, Kamis (14/8/2026).
Selain mengabadikan nama aula, PWI DIY juga mengusulkan nama Udin dijadikan nama jalan di Kabupaten Bantul dan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Ketua PWI DIY Hudono menegaskan, pengusulan ini bertepatan dengan momentum peringatan 30 tahun gugurnya Udin. Menurutnya, Udin memiliki legalitas kuat sebagai pahlawan nasional atas kontribusi besarnya terhadap kemerdekaan pers dan kebebasan berpendapat di Indonesia.
Baca Juga: In This Economy, di Pasar Wates Kulon Progo saat Harga Telur Turun Pembelian malah Dikurangi
"Udin adalah anggota PWI resmi. Secara kompetensi dan legalitas, kami sangat kuat mengusulkan beliau sebagai pahlawan nasional. Dalam perspektif jurnalistik, mengungkap kebenaran pembunuhannya juga tidak mengenal kedaluwarsa," tegas Hudono.
PWI DIJ telah membentuk Tim AdHoc yang diketuai Ki Bambang Widodo untuk mengawal proses administrasi. Berkas pengusulan resmi telah diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Bantul dan Dinas Sosial DIJ sesuai amanat Konferensi Provinsi PWI DIJ pada November 2025 lalu.
Penyuluh Sosial Ahli Madya Dinas Sosial DIJ Sapto Parjono mengapresiasi konsistensi PWI DIJ. Ia mengonfirmasi bahwa penamaan aula dan calon nama jalan merupakan syarat monumental berjenjang yang diatur dalam UU No. 20 Tahun 2009 untuk pengusulan pahlawan nasional.
Baca Juga: Terbatas..!! Forum Eksklusif GIHES 2026 Hanya Himpun 300 Tokoh Pendidikan Dunia di Jakarta
Dukungan serupa disampaikan Dinas Kominfo DIJ. Sementara itu, pihak keluarga melalui adik kandung Udin, Nur Fauzan, menyatakan mendukung penuh langkah tersebut sebagai bentuk legitimasi atas perjuangan dan pengorbanan kakaknya.
Udin merupakan wartawan yang dikenal kritis mengulas isu korupsi hingga bantuan sosial. Ia dianiaya orang tak dikenal pada 13 Agustus 1996 dan wafat pada 16 Agustus 1996 di RS Bethesda Jogja. Hingga tiga dekade berlalu, dalang pembunuhan tersebut belum terungkap. (inu/kus)
Editor : Heru Pratomo