Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Emil Audero: Kiper Timnas Indonesia yang Jadi Korban Ledakan Petasan di Liga Italia

Magang Radar Purworejo • Kamis, 5 Februari 2026 - 12:09 WIB
Emil Audero.
Emil Audero.

RADAR PURWOREJO - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero menjadi korban pelemparan petasan di pertandingan Liga Italia, saat dirinya membela Cremonese melawan Inter Milan pada hari Senin (2/2/2026) dini hari.

Meskipun sempat mengalami luka robek di kaki kanan dan kehilangan pendengaran sesaat di telinga kanannya akibat dari ledakan petasan tersebut, Emil tidak mengalami cedera serius dan mampu melanjutkan pertandingan hingga selesai.

Kiper berusia 29 tahun ini memang memiliki segudang pengalaman meniti karier di tanah Italia, mulai dari menimba ilmu di akademi Juventus hingga memperkuat berbagai klub lintas kasta di Negeri Pizza.

Profil Emil Audero: Kiper Berdarah Indonesia-Italia


Emil Audero Mulyadi bukanlah nama asing bagi publik sepak bola tanah air.

Pria kelahiran Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 18 Januari 1997 ini memiliki darah Indonesia dari ayahnya, Edy Mulyadi.

Sementara itu, ibunya yang bernama Antonella Audero berasal dari Cumiana, Italia.

Emil Audero resmi dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada bulan Maret 2025, yang membuka jalannya untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia.

Kiper dengan tinggi badan 1,92 meter ini sudah berkarir di Italia selama 10 tahun lamanya.

Pada musim 2025/2026 ini, Emil Audero bermain untuk Cremonese di Serie A dengan status pinjaman dari Como 1907.

Perjalanan Karier dari Akademi Juventus hingga Cremonese


Perjalanan karier sepak bola Emil Audero di Italia dimulai di klub lokal Cumiana Calcio sebelum bakatnya dilirik oleh raksasa Italia, Juventus.

Dilansir dari Transfermarkt, Emil menimba ilmu di akademi Juventus selama empat tahun (2012-2016) hingga akhirnya dipromosikan ke tim utama pada tahun 2017 di era kepelatihan Massimiliano Allegri.

Debut profesionalnya bersama Juventus terjadi pada 27 Mei 2017 saat melawan Bologna, di mana Juventus menang dengan skor 2-1.

Namun, ketatnya persaingan kiper utama Juventus membuatnya harus berkelana untuk mendapatkan menit bermain sebagai kiper utama.

Setelah dipinjamkan ke Venezia pada musim 2017/2018, jam terbang Emil sebagai kiper utama semakin bersama Sampdoria. Pada 2018, Emil dipermanenkan oleh Sampdoria dan bertahan hingga 2024.

Berdasarkan data Transfermarkt, Emil mencatatkan total 169 penampilan bersama Sampdoria dengan torehan 38 clean sheet.

Kariernya berlanjut dengan masa peminjaman ke Inter Milan pada musim 2023/2024 dan kemudian bergabung secara permanen dengan Como 1907 pada tahun 2024.

Sebelum berlabuh ke Cremonese, Emil juga sempat memperkuat Palermo di Serie B pada musim 2024/2025 dengan catatan 15 penampilan.

Kini bersama Cremonese, Emil telah tampil dalam 20 laga di semua kompetisi, mencatatkan 7 clean sheet dan kebobolan 24 kali.

Di level internasional, debutnya bersama Timnas Indonesia terjadi pada 5 Juni 2025 saat melawan China di Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia.

Hingga kini, ia telah mengawal gawang Timnas Garuda sebanyak 4 kali dengan 3 kali clean sheet.

Sisi Lain Emil Audero

Di luar lapangan hijau, Emil Audero memiliki sisi lain yang menarik.

Sebelum fokus menjadi seorang kiper, Emil sebenarnya mengawali karier sepak bola sebagai di posisi non-kiper pada saat di Cumiana Calcio.

Pelatihnyalah yang kemudian melihat potensi Emil di bawah mistar gawang, sebuah keputusan yang terbukti tepat bagi masa depannya.

Emil juga memiliki hobi mengoleksi wine, dengan jumlah koleksi mencapai lebih dari 300 botol di gudang penyimpanannya.

Untuk urusan musik, Emil menyukai berbagai genre, namun ia lebih memilih mendengarkan musik rock dan pop sebelum bertanding.

Di waktu senggang, jemari tangannya yang tangkas menangkap bola juga mahir menari di atas tuts piano.

Meski berkarir di sepak bola, idola terbesar Emil justru datang dari dunia tenis, yakni Roger Federer.

Ia mengagumi sosok asal Swiss tersebut baik di dalam maupun di luar lapangan.

Soal destinasi liburan favoritnya, hati Emil tetap tertambat pada tanah kelahirannya.

Indonesia, khususnya Lombok menjadi destinasi favorit Emil.

Ia merasa sangat terikat dengan tanah kelahirannya tersebut yang juga sering dikenal dengan pesona pantai yang alami. (Aqbil Faza Maulana)



 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Inter Milan #Profil Emil Audero #emil audero #Mengenal #kiper timnas