Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Viral Unggahan Lamine Yamal: "Saya Muslim, Menghina Keyakinan Bukan Bagian dari Sepak Bola"

Heru Pratomo • Kamis, 2 April 2026 | 20:02 WIB
Lamine Yamal
Lamine Yamal

 

 

Bintang muda tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, mengeluarkan pernyataan tegas menyusul insiden diskriminatif yang mewarnai laga uji coba antara Spanyol melawan Mesir di Stadion RCDE, Rabu (1/4) dini hari WIB.

Pemain andalan Barcelona tersebut mengutuk keras aksi oknum suporter tuan rumah yang menyuarakan nyanyian (chant) bernada anti-Islam selama pertandingan berlangsung.

Insiden bermula ketika tribun stadion bergemuruh dengan nyanyian provokatif yang berbunyi, “Siapa yang tidak melompat, dia adalah Muslim.” Meski ditujukan untuk memprovokasi tim lawan, tindakan tersebut dianggap sebagai bentuk rasisme nyata yang mencoreng nilai-nilai sportivitas olahraga.

Baca Juga: Kompak! 595 Insan LPS Sudah Lapor Pajak dan Harta Kekayaan 100 Persen lewat Coretax

Melalui unggahan di media sosial Instagram pribadinya, pemain kelahiran 13 Juli 2007 ini tidak tinggal diam. Sebagai seorang Muslim yang membela panji La Roja, Yamal mengaku tersinggung dengan penggunaan identitas agama sebagai alat intimidasi di lapangan hijau.

“Kemarin di stadion terdengar nyanyian tersebut. Saya tahu itu ditujukan untuk tim lawan dan bukan serangan pribadi terhadap saya. Namun, sebagai seorang Muslim, itu tetap tidak sopan dan tidak dapat ditoleransi,” tulis Yamal pada Rabu (1/4).

Pemain muda berbakat ini secara terbuka menyebut para oknum yang menyanyikan chant tersebut sebagai figur yang “bodoh dan rasis”. Menurutnya, fanatisme dalam mendukung tim kesayangan tidak semestinya melewati batas dengan menyerang keyakinan seseorang.

Baca Juga: 67 Perusahaan di DIY Bermasalah dalam Pembayaran THR: Disnakertrans Klaim 45 Persen Sudah Dibayarkan

“Sepak bola harus dinikmati dan didukung, bukan untuk menghina orang karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini,” tegasnya.

Apresiasi dari Muhammadiyah

Sikap berani Yamal dalam mengakui dan membela identitasnya di tengah tekanan publik mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Indonesia. Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Qaem Aulassyaheid, memberikan pujian atas integritas yang ditunjukkan oleh Yamal.

Qaem menilai bahwa keberanian Yamal untuk berdiri tegak sebagai seorang Muslim di panggung sepak bola dunia patut dijadikan teladan.

“Apa yang dilakukan Lamine Yamal, dengan menyatakan rasa bangganya sebagai seorang Muslim secara terbuka di depan publik internasional, sangat patut diacungi jempol. Sebagai seorang Muslim, memang sudah seharusnya memiliki kepercayaan diri dan ketegasan dalam menjaga kehormatan agamanya, terutama saat menghadapi tindakan diskriminatif,” ujar Qaem.

Baca Juga: Tega! Ayah di Kuwarasan Rudapaksa Anak Kandungnya Sendiri, Bahkan Berulang sejak 2024

Meski merasa kecewa, Yamal tetap menunjukkan kedewasaannya dengan berterima kasih kepada seluruh suporter yang hadir memberikan dukungan positif. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan, demi menjaga sepak bola sebagai olahraga yang inklusif bagi semua golongan.

“Sampai jumpa di Piala Dunia,” tutup Yamal dalam unggahannya, memberi sinyal fokusnya kini kembali ke lapangan untuk membawa Spanyol berprestasi di kancah dunia.

Editor : Heru Pratomo
#lamine yamal #mesir #diskriminasi #Spanyol #muslim