MAGELANG - Kota Magelang tengah bersiap menjadi tuan rumah ajang olahraga berskala nasional. Kali ini, turnamen bola voli SBY Cup 2026 akan dihelat pada 13-17 Mei 2026 di GOR Samapta, menghadirkan klub-klub papan atas Indonesia dengan total hadiah mencapai Rp 1,3 miliar.
Wakil Ketua Pelaksana SBY Cup 2026, Achmad Romadon Mubarok menyebut, ajang ini lahir dari kecintaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekaligus keinginan menghadirkan kompetisi berkualitas bagi pecinta voli nasional.
"Kurang dari sebulan setelah Proliga selesai, Pak SBY ingin semangat voli ini tetap hidup. Beliau berharap SBY Cup bisa menjadi ruang kompetisi sekaligus hiburan bagi masyarakat," ujarnya di Kantor Wali Kota Magelang, Rabu (6/5).
Baca Juga: Tak Hanya Pengasuh, Yayasan Little Aresha Terancam Digugat dan Dibubarkan: Pemkot Jogja Kumpulkan Orang Tua Korban Daycare, Tuntut Restitusi
Selama lima hari pelaksanaan, delapan klub elite akan bertanding. Di antaranya Surabaya Samator, LavAni, Berlian Bank Jateng, Sukun Badak, Ganesha, Pasundan, PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, dan Indomaret Sidoarjo. Klub-klub tersebut dikenal sebagai basis pembinaan pemain voli nasional.
Sejumlah pemain tim nasional, kata Romadon, juga dipastikan tampil, termasuk nama-nama seperti Dio Zulfikri, Boy Arnez, hingga Hendra Kurniawan yang memperkuat klub LavAni. Kehadiran para pemain ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Dia melanjutkan, dari sisi hadiah, panitia menyiapkan total Rp 1,3 miliar. Dengan rincian juara pertama sebesar Rp 500 juta, juara kedua Rp 300 juta, juara ketiga Rp 200 juta, dan juara keempat Rp 100 juta. Selain itu, penghargaan individu juga disiapkan untuk pemain terbaik di berbagai kategori.
Baca Juga: 400 Pekerja Garmen Wonogiri Kena PHK, SPSI Desak Pemerintah Kawal Hak dan Penyaluran Kerja
Untuk menarik minat masyarakat luas, panitia menetapkan harga tiket yang relatif terjangkau. Tiket reguler dibanderol Rp 50 ribu per hari dengan akses menonton hingga empat pertandingan, sementara tiket VIP seharga Rp 100 ribu.
Romadon mengutarakan, pemilihan Kota Magelang sebagai tuan rumah bukan tanpa pertimbangan. Selain faktor emosional karena kedekatan SBY dengan Akademi Militer, kota ini dinilai strategis dari sisi geografis dan budaya olahraga.
Selain itu, lanjut dia, Magelang berada di tengah kawasan dengan tradisi voli yang kuat, seperti wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan DIJ, yang dikenal dengan kompetisi antarkampung (tarkam) yang rutin digelar dan memiliki basis penonton besar.
Baca Juga: 400 Pekerja Garmen Wonogiri Kena PHK, SPSI Desak Pemerintah Kawal Hak dan Penyaluran Kerja
Dari sisi infrastruktur, kota ini juga dinilai siap. Mulai dari akses transportasi, ketersediaan hotel, hingga lokasi GOR yang relatif mudah dijangkau tanpa kemacetan berarti.
"Magelang ini punya posisi strategis, fasilitas memadai, dan atmosfer voli yang kuat. Ini kombinasi yang ideal untuk menyelenggarakan event seperti SBY Cup," paparnya.
Dia berharap, ajang ini tidak berhenti sebagai event sekali jalan, tetapi dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Kisah Lahirnya Bimasena : Lakon Bima Bungkus dan Asal-usul Kuku Pancanaka yang Legendaris
"Harapannya ini bisa menjadi standar baru event bola voli nasional dan membawa manfaat nyata, baik bagi olahraga maupun ekonomi daerah," bebernya.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menambahkan, pemkot berkomitmen mendukung penuh kelancaran kegiatan SBY Cup. "Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di lapangan," ucapnya.
Bagi Damar, momentum ini bukan sekadar menjadi tuan rumah, tetapi juga peluang untuk memperkuat citra sebagai kota penyelenggara event olahraga sekaligus destinasi yang mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui kegiatan berskala nasional. (aya)
Editor : Heru Pratomo