Perjuangan panjang PSS Sleman di Pegadaian Championship 2025/2026 berakhir di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (9/5) malam. Dari hasil akhir memang mengecewakan, karena kalah dari Garudayaksa FC di partai final, lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 6-5 (2-2)
Tapi secara keseluruhan tetap membanggakan karena tiket promosi ke Super League sudah di tangan. Hanya satu musim saja di kasta kedua Liga Indonesia, usai terdegradasi musim lalu.
Yang membanggakan lagi, penampilan para pemain Super Elang Jawa yang tak kenal menyerah. Dari tertinggal 0-2 di babak pertama, penampilan trengginas di babak kedua bisa menyamakan skor.
Pada menit ke-60, Gustavo Tocantins memecah kebuntuan setelah memanfaatkan umpan matang Saiful Djoge. Skor berubah menjadi 1-2.
Tak ingin malu, di sisa waktu krusial, mentalitas pantang menyerah ditunjukkan oleh anak-anak Sleman. Tocantins kembali mencetak gol keduanya setelah menyambar bola liar di dalam kotak penalti. Skor imbang 2-2 memaksa laga berlanjut ke extra time.
Baca Juga: Penantian 16 Tahun Berakhir di Tanah Suci, CJH asal Kulon Progo Meninggal Sebelum Puncak Haji
Memasuki babak perpanjangan waktu, tempo sedikit menurun, namun dominasi tetap dipegang PSS. Arda Alfareza dan kawan-kawan berkali-kali menggempur pertahanan Garudayaksa FC. Namun penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat skor tetap imbang hingga peluit akhir extra time. Penentuan juara pun harus dilakukan melalui drama adu penalti.
Di fase yang menguras adrenalin ini, keberuntungan belum berpihak pada PSS. Tocantins yang tampil apik selama 120 menit justru gagal saat tendangan penalti terakhir. Super Elja harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah dengan skor penalti 3-4 (total skor 5-6).
Tapi apapun hasilnya, kami bangga atas perjuangan kalian! (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo