JOGJA – Santai. Itulah kata yang bisa dipakai untuk menggambarkan aktivitas PSIM Jogja di bursa transfer menuju BRI Super League 2026/2027. Di saat sejumlah klub mulai memperkenalkan amunisi baru untuk menyambut musim depan.
Tim-tim papan atas seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, hingga Persebaya Surabaya bahkan agresif dengan mendatangkan sejumlah pemain, baru satu pemain yang dipastikan membela PSIM musim depan. Yaitu kiper tim nasional Cahya Supriadi yang memperpanjang masa baktinya.
Terkait hal itu pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel tidak ikut larut dalam hiruk pikuk tersebut. Di masa transisi kompetisi menuju musim 2026/2027, pelatih asal Belanda itu memilih memusatkan perhatian pada perkembangan timnya sendiri ketimbang memikirkan kekuatan para rival.
Baca Juga: Jadi Sorotan Publik, Guru Batal Dipungut Rp 20 Ribu untuk HUT RI: Begini Detailnya
Bagi Van Gastel, fokus utama seorang pelatih bukanlah mengkhawatirkan aktivitas klub lain di bursa transfer, melainkan memastikan identitas permainan timnya terus berkembang. "Saya tidak terlalu khawatir dan memikirkan tim lain. Saya fokus pada tim saya sendiri dan bagaimana kami ingin bermain," ujar Van Gastel, Rabu (15/7).
Pernyataan itu mencerminkan pendekatan yang selama ini dipegang mantan gelandang Feyenoord tersebut. Meski mengakui setiap lawan memiliki kualitas dan dapat memperkuat skuadnya, ia menilai fondasi utama sebuah tim tetap berada pada konsistensi menjalankan filosofi bermain yang telah dibangun.
Van Gastel juga menegaskan, setiap pertandingan di kompetisi Indonesia memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Karena itu, ia tidak ingin terlalu banyak menghabiskan energi memikirkan kekuatan lawan.
Baca Juga: Pasar Klewer Sepi Bikin SDN Kauman Solo Dua Tahun Ini Krisis Murid
"Setahun di Indonesia, saya merasa setiap pertandingan di sini sulit. Karena itu saya lebih fokus ke tim saya sendiri dan memaksimalkan gaya bermainnya," katanya.
Pendekatan tersebut diperkirakan tetap menjadi pegangan PSIM dalam menyambut musim baru. Di tengah gencarnya aktivitas transfer klub-klub pesaing, Laskar Mataram justru lebih menitikberatkan pembentukan identitas permainan dan penyempurnaan sistem yang diinginkan sang pelatih.
Van Gastel memercayai, fondasi permainan yang kuat akan menjadi modal penting bagi PSIM untuk bersaing di BRI Super League 2026/2027, terlepas dari seberapa besar kekuatan yang dibangun para rival melalui bursa transfer.
"Kami tidak dalam tujuan yang sama dengan tim-tim besar di papan atas yang memburu juara. Jadi saya fokus ke tim saya sendiri saja," bebernya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo